Pengertian Debat

Apa itu debat, apakah berdebat sama dengan berdiskusi?

Secara singkat debat merupakan pertentangan argumen

Debat adalah perbincangan yang melibatkan dua orang atau lebih dalam suatu masalah dan pada masing masing mengemukakan pendapatanya. Dalam suatu debat biasanya terdapat pihak yang setuju (pro) dan pihak yang tidak setuju (kontra) terhadap suatu kebijikan atau masalah yang sedang di debatkan tersebut.

Menurut Widyamartaya berdebat adalah  berbicara dengan pihak lawan bicara guna membela atau menyerang/pendapatnya, saling beradu kepandaian dan logika. Dalam kontesk pemilihan umum, berdebat berarti saling beradu kepandaian & logika guna membahas suatu masalah daerah pemilihan dengan menyampaikan visi, misi, rencana, program maupun argumen-argumen para pihak calon pejabat/peserta debat.

Menurut  Asidi dipodjojo, debat adalah proses komunikasi lisan yang disampaikan melalui bahasa guna mempertahankan pendapat. Para pihak yang berdebat akan menyampaiakn argumen dan alasan melalui cara cara tertentu kepada pihak lawan atau pihak yang mendengarkan perdebatan tersebut guna meyakinkan semua pihak yang ada pada forum debat tersebut.

Menurut G. Sukadi mendefinisikan debat pada hakikatnya saling adu argumen antar pribadi  atau kelompok manusia, guna mencapai kemenangan.

Sedangkan pengertian diskusi adalah suatu proses yang melibatkan dua orang atau lebih dimana diantara satu dengan yang lain saling berinteraksi  secara verbal dan saling berhadapan, saling bertukar informasi, saling mempertahankan pendapat dalam memecahkan masalah tertentu.

Sekilas pengertian debat dan diskusi tampak tidak berbeda jauh,  akan tetapi secara spesifik yang membedakan debat dan diskusi adalah

Ciri-ciri debat & Argumen

Debat

Diskusi

Bertujuan untuk mendapatkan kemenangan

Bertujuan untuk mencari penyelesaian topik secara bersama

Pendapat/argumen yang disampaikan untuk menguatkan pendapatnya & menjatuhkan pendapat pihak lawan

Pendapat/argumen yang diutarakan bertujuan untuk mendapatkan informasi agar semakin terperinci

Terdapat pihak affirmatif & negatif

Semua dalam satu pihak

Moderator berfungsi sebagai penengah

Moderator bertugas sebagai  pengontrol diskusi

Terdapat batas dalam tanya jawab

Terdapat keterbukaan dalam sesi tanya jawab

Tujuan debat

Forum debat merupakan tempat yang baik dan strategis guna mengembangkan kemampuan serta mengasah keterampilan dalam hal berbicara. Debat juga memberikan keuntungan bagi kehidupan manusia. Selain berikut beberapa tujuan dilakukan debat pada sebuah forum:

  1. Agar kedua belah pihak terbiasa untuk mencoba/membangun suatu kasus yang tentunya didukung argumen-argumen yang mendukung kasus tersebut
  2. Melatih orang untuk bersikap kritis terhadap semua teori yang dilemparkan
  3. Melatih orang dalam hal mematahkan pendapat
  4. Meningkatkan kemampuan seseorang dalam hal merespon suatu masalah dikarenakan disini terjadi adanya suatu proses saling mempertahankan pendapat antar kedua belah pihak
  5. Melatih seseorang agar mau & berani untuk mengemukakan pendapatnya.

Unsur Atau Aspek dalam Debat

Untuk mebuat sebuah forum debat harus memperhatikan aspek-aspek dalam debat tersebut. Aspek yang dimaksud adalah tema mengenai debat, moderator debat, peserta debat, pendengar/penonton dan waktu pelaksanaan debat.

  1. Tema

Secara garis besar tema adalah masalah atau persoalan yang akan di bahas atau dikembangkan dalam debat tersebut. Tema merupakan pokok pembicaraan dalam sebuah debat, maka dari itu tema harus dipilih melalui berbagai penyesuaian, agar debat terlihat lebih hidup. Tema sebaiknya disampaikan terlebih dahulu sebelum debat dilaksanakan.

Debat akan semakin menarik bila tema yang dipilih merupakan masalah yang menarik & aktual atau diaktualisasikan untuk dapat mengundang pandapat kritis & rasa ingin tau pendengar. Selain itu tema yang dipilih harusnya dapat membangkitkan prosedur niatan yang terdapat pada jiwa seseorang terhadap hal atau tema yang dimaksud, pertamakali harus dapat menarik perhatian.

Tema debat yang menarik akan mendatangkan minat dan hasrat akan muncul untuk mengetahui isi tema lebih lanjut

Bila isi tema sudah diketahui secara keseluruhan, maka akan diambil suatu keputusan, selanjutnya bergerak untuk melakukan tindakan nayata sebagai wujud dari hasil pengembalin keputusan.

  1. Moderator

Moderator merupakan pemandu atau pemimpin jalannya debat. Sebagai pemimpin, moderator bertindak sebagai pemandu, menengahi, atau seperti mewasiti pembicaran dalam sebuah debat.

Tugas seorang moderator dalam sebuah debat bisa dikatakan tugas yang berat, yakni memimpin, mengarahkan jalannya secara keseluruhan proses debat. Selain itu seorang moderator yang harus menguasai bahan – bahan yang diperdebatkan. Moderator juga harus bersikap netral, tegas dalam menegakkan ketertiban, sopan santun dan disiplin dalam menggunakan waktu.

Akan tetapi dalam hal hal tertentu moderator juga dituntut mampu bersikap persuasive bahkan bila diperlukan harus mampu menciptakan suasana yang segar misalnya melalui humor yang sehat. Disamping itu, seorang moderator juga harus memiliki keperibadian yang mantap agar dapat menghadapi kesulitan yang kerap muncul dalam proses jalannya debat.

  1. Peserta

Merupakan orang yang mengambil peran dan terlibat langsung untuk menyumbangkan gagasan dalam sebuah forum debat. Peserta debat dapat berupa perorangan maupun kelompok. Peserta debat biasanya dibagi kedalam dua kelompok yakni pihak pendukung & pihak penyangkal. Biasanya pihak pendukung harus mengajukan usul negatif atau sanggahan terhadap sebuah kandungan tema yang disuguhkan dalam tema.

Dalam debat, peserta atau pembicara bertugas untuk menyakinkan pendengar melalui usul-usul mereka. Sehubungan dengan hal tersebut ada faktor-faktor tertentu yang harus diketahui & dimiliki oleh peserta debat selaku pembicara atau komunikator, sebagai berikut:

  • Ethos

Ethos dalam komunikasi adalah  hal-hal dasar yang harus dimiliki seorang pembicara sehingga dapat menjadi sumber kepercayaan bagi semua yang hadir dalam debat. Kepercayaan ini timbul berdasarkan karakter yang dimiliki seorang pembicara. Karakter yang dimaksud berupa wibawa, pengetahuan & komitmen pembicaraan terhadap tema pembicaraan

  • Pothos

Pothos dalam komunikasi merupakan kemampuan berbicara dalam hal menyampaikan himbauan emosional yang dapat menyentuh perasaan pendengarnya, contohnya melalui pemilihan kata dan kalimat yang tepat, intonasi nada yang bervariasi & lain sebagainya. Dengan demikian baik secara sadar maupun tidak sadar sudah menjadikan para pendengar-nya berada dipihak pembicara.

  • Logos

Bila ethos adalah kemampuan yang dimiliki seorang pembicara dalam menyampaikan himbauan, sementara logos adalah kemampuan pembicara dalam hal menyampaikan imbauan logis dalam suatu usul berdasarkan hasil pemikiran yang kontruksif & mantaf sehingga diluar pemikiran pembicaraan tersebut dapat dicerna & diikuti oleh pendengar.

  1. Pendengar

Dalam sebuah forum debat, pendengar bisa saja dari berbagai kalangan, para pendengar dituntut untuk memperhatikan jalannya debat secara aktif, sebab pada akhir debat para pendengar biasanya diminta untuk menyampaikan  opini atau memberikan suara terhadap hasil debat tersebut. Oleh karenanya, pendengar harus dapat mengembangkan dirinya agar menjadi pendengar yang baik diantaranya:

  • Keadaan fisik & mental harus netral tidak ada tekanan
  • Mengembangkan rasa ingin tau & kesedian untuk mendengarkan
  • Memperhatikan sikap pembicara
  • Memperhatikan cara penggunaan bahasa pembicara
  • Memberikan penilaian atas jalan pikiran pembicara, argumentasi dan jalan pemecahan yang diajukan pembicara serta fakta-fakta pendukungnya
  • Membandingkan persamaan maupun perbedaan antara hasil analisis yang dikemukakan pihak pembicara dengan pengetahuan yang ia miliki

 

  1. Waktu pelaksanaan debat

Pihak penyelenggara hendaknya merancang alokasi waktu debat sesuai dengan kebutuhan, para peserta harus diberi kesempatan secukupnya guna memaparkan usul mereka secara jelas. Hendaknya penjabaran alokasi waktu dijabarkan kepada peserta debat terlebih dahulu sebelum debat dimulai.

Jenis-jenis debat

  1. Debat kompetitif

Merupakan jenis debat dalam bentuk permainan yang biasa dilakukan ditingkat sekalau maupun tingkat universitas. Dalam debat ini dilakukan sebagai bentuk pertandingan melalui aturan (format) yang jelas & ketat diantara kedua belah pihak yang masing masing mendukung(pro) dan menentang sebuah pernyataan (kontra)

Debat ini biasanya disaksikan satu atau lebih oleh dewan juri  yang ditunjuk guna menentukan pemenang sebuah debat. Yang keluar sebagai pemenang debat kompetitif adalah tim yang berhasil menunjukkan pengetahuan & kemampuan debat yang lebih baik.

  1. Debat Parlementer/majelis

Merupakan debat dilakukan  yang bertujuan agar dapat memberi datau menambahkan dukungan bagi sebuah UU tertentu dan seluruh anggota yang ingin menyatakan pandangan & juga akan berbicara mendukung atau menentang usul tersebut setelah mendapatkan izin dari majelis

  1. Debat pemeriksaan ulang guna mengetahui kebenaran pemeriksaan terdahulu (cross-examination debating)

Merupakan debat yang dilakukan yang bertujuan mengajukan beberapa pertanyaan antara satu dengan yang lain saling berkaitan, yang membuat para individu yang diberikan pertanyaan menunjang posisi yang akan ditegakkan maupun diperkokoh pihak penanya

  1. Debat formal

Merupakan debat yang memberikan kesempatan bagi kedua tim pembicara untuk mengemukakan kepada seluruh pendengar dengan adanya sejumlah argumen yang menunjang ataupun pihak yang membantah suatu usulan. Setiap pihak akan diberi durasi waktu yang sama bagi pembicara-pembicara konstruktif maupun bertahan

Sturuktur debat
  • Tahap pengenalan

Pada tahap ini, setiap tim (baik pihak afirmasi, tim negatif maupun tim netral) semua diperkenalkan

  • Penyampaian argumentasi

Tahap berikutnya adalah menyampaikan argumennya terhadap topik, mulai dari tim afirmasi, oposisi hingga tim netral

  • Debat

Masing masing tim akan diberi kesempatan untuk membuat atau mengomentari tim lain.

Teknik Dan Taktik Dalam Memenangkan Debat

Dalam memenangkan sebuah debat tentu persiapan matang termasuk mengerahkan seluruh pengetahuan dan kepandaian sesuatu yang berkenan dengan sehingga debat bermanfaat bagi penerapan debat. Adapun taktik yang dimaksud dalam memenangkan debat adalah, siasat, kecerdasan, maupun daya upaya guna mencapai maksud & tujuan debat melalui sistem maupun cara – cara tertentu

Umumnya teknik yang biasa digunakan dalam debat terdiri dari dua macam, sesuai dengan pengelompokannya, ada pihak yang beroposisi sebagai penguat usul & ada yang pihak yang menentang

  1. Teknik mempertahankan usul

Pada dasarnya teknik ini dapat dilakukan melalui:

  • Taktik penegasan

Taktik ini merupakan penegasan satu item yang terkandung di dalamnya adalah taktik pengulangan, taktik mempengaruhi, taktik kebersamaan, taktik kompromi, taktik di iyakan & taktik kesepakatan

  • Taktik bertahan

Taktik ini mencakup, taktik mengelak, taktik menunda, taktik membinasakan, taktik mengangkat, taktik terimakasih, taktik menggambarkan, taktik menguraikan dan taktik membiarkan

  1. Teknik mempertentangkan usul

Dapat ditempuh melalui:

  • Taktik menyerang, meliputi taktik bertanya balik, taktik provokasi, taktik antisipasi, taktik mengagetkan, taktik mencakup, taktik melebih-lebihkan dan taktik memotong
  • Taktik menolak, meliputi taktik mengkritik & taktik kontradiktif.

Teknik dan taktik diatas adalah cara yang efektif untuk mengawal proses perdebatan.

Mengapa Debat Itu Penting?

Debat itu penting karena membantu orang mengembangkan keterampilan yang memungkinkan mereka untuk menjadi warga negara yang lebih terlibat, membahas isu-isu politik dan global saat ini, memahami pandangan yang bertentangan, bekerja sama dengan orang lain, membuat keputusan yang tepat dan berpikir kritis. Keterampilan ini bermanfaat tidak hanya dalam kehidupan akademik masyarakat, tetapi juga di tempat kerja dan di masyarakat. menurut Boston Debate League, Debat juga dapat membantu orang berpikir lebih kreatif dan mengekspresikan diri.

Contoh Debat

Penting atau tidak menggunakan seragam sekolah ?

“Pro”

  1. Seragam sekolah membuat semua siswa tampak sama. Siswa miskin dan kaya memiliki hak dan dan kewajiban yang sama. Dengan adanya seragam membuat para siswa lebih berkonterasi pada pelajaran mereka tanpa harus memikirkan perbedaan diantara siswa.
  2. Dengan seragam, memberikan siswa rasa memiliki terhadap sekolah
  3. Seragam sekolah murah dan mudah dibersihkan

“Kontra”

  1. Seragam sekolah memungkinkan siswa tidak menjadi dirinya sendiri. Siswa terasa dibatasi untuk berekpresi. Mereka juga terasa panas di waktu musim panas dan kedinginan di musim dingin, karena seragam mereka tidak disesuaikan dengan kondisi cuaca
  2. Siswa tidak perlu seragam agar menjadi diri mereka
  3. Harga seragam sekolah cukup mahal dan cepat rusak.

Bagamaina cara memenangkan debat?

Debat seperti olahraga intelektual di mana Anda harus mempelajari keterampilan untuk menang. Misalnya, untuk memenangkan putaran debat, Anda harus memiliki pemahaman penuh tentang topik yang Anda perdebatkan. Anda juga harus dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Siapakah orang-orang yang menjadi lawan debat anda dan siapa yang mengajukan argumen?
  • Tentang apa perdebatan itu?
  • Di mana kejadian  yang dibahas terjadi?
  • Kapan kejadian  yang dibahas terjadi?
  • Mengapa kejadian  itu terjadi dan mengapa Anda berdebat tentang hal itu?
  • Bagaimana kejadiannya?

Setelah Anda memahami pertanyaan-pertanyaan ini, maka Anda akan dapat membangun argumen Anda dengan cara yang logis untuk memenangkan putaran debat.

Lihat juga:

Kategori: Pendidikan

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: