Pengertian Komunikasi

Komunikasi adalah proses bertukar pikiran, ide, fakta, emosi dan pendapat antara dua atau lebih dari dua orang. Dengan kata lain, Komunikasi adalah proses mentransmisikan dan menerima pesan verbal dan nonverbal.Berbagai kategori komunikasi meliputi:

Menurut “kamus oxford”, Komunikasi berarti, “memberikan, menyampaikan atau bertukar gagasan, pengetahuan, dll., Baik melalui ucapan, tulisan atau tanda,”

 

Dengan demikian kita dapat mengatakan bahwa komunikasi adalah proses pengiriman informasi atau ide dari satu orang ke orang lain sedemikian rupa sehingga orang lain yang menerima informasi dapat memahaminya dengan mudah.

Jenis – jenis Komunikasi

Ada Dua Jenis Komunikasi berdasarkan saluran komunikasi

  1. Komunikasi verbal
  2. Komunikasi Non-Verbal

Kumunikasi Verbal

Komunikasi verbal adalah jenis komunikasi di mana pesan ditransmisikan dalam kata-kata tertulis dan lisan. Dalam jenis komunikasi ini, pengirim memberikan kata-kata untuk pikiran, emosi, ekspresi, ide dan pendapatnya dan mengungkapkannya dalam bentuk pidato, diskusi, presentasi, email, surat, laporan, memo dll.

Komunikasi verbal dibagi menjadi dua bagian:

  • Komunikasi Lisan
  • Komunikasi tertulis
  1. Komunikasi Secara Lisan

Komunikasi secara Lisan adalah proses mengungkapkan pikiran, emosi, pendapat, informasi atau ide dari mulut ke mulut. Ini bisa formal atau informal. Komunikasi Lisan meliputi pidato, diskusi, presentasi, dll.

  1. Komunikasi Secara Tertulis

Komunikasi yang dilakukan melalui dokumen tertulis apa pun disebut komunikasi tertulis. Dalam komunikasi tertulis, tanda atau simbol tertulis digunakan untuk berkomunikasi. Memo, surat, laporan, catatan, email dll. Digunakan untuk mengirimkan informasi dalam komunikasi tertulis.

Komunikasi Non-Verbal

Komunikasi nonverbal adalah pengiriman atau penerimaan pesan tanpa kata. Dengan kata lain, kita dapat mengatakan bahwa komunikasi selain tertulis dan lisan disebut komunikasi non-verbal. Komunikasi non-verbal termasuk ekspresi wajah, bahasa tubuh (kinesik), diam, mendengarkan, gerakan, postur dll.

  • Bahasa isyarat

Bahasa isyarat menggunakan simbol yang umumnya dipahami dalam kelompok komunikatif tertentu. Dengan kata lain, proses komunikasi di mana orang bertukar pesan melalui tanda yang dipahami bersama. Ini termasuk rambu-rambu jalan, sinyal lalu lintas, peta, alarm, dll. Bahasa Isyarat dapat berupa audio atau visual.

Bahasa tubuh / Body Language  adalah elemen komunikasi tak terucapkan yang kita gunakan untuk mengomunikasikan perasaan dan niat kita. Dalam jenis komunikasi ini, pesan disampaikan melalui gerakan, postur, ekspresi wajah, atau gerakan tubuh lainnya.

  • Vokalik atau paralanguage

Paralanguage adalah makna yang disampaikan oleh bagaimana sesuatu dikatakan. Dengan kata lain, Ini adalah semacam meta-komunikasi, kode yang menerjemahkan kata-kata apa yang kita katakan menjadi apa yang sebenarnya kita maksudkan. Ini termasuk tekanan suku kata, penekanan, kata, dan intonasi dll.

Proses Terjadinya Komunikasi

Pesan atau komunikasi dikirim oleh pengirim melalui saluran komunikasi ke penerima, atau ke beberapa penerima.

Pengirim harus menyandikan pesan (informasi yang disampaikan) ke dalam bentuk yang sesuai dengan saluran komunikasi, dan penerima (s) kemudian menerjemahkan pesan untuk memahami makna dan signifikansinya.

Kesalahpahaman dapat terjadi pada setiap tahap proses komunikasi.

Komunikasi yang efektif melibatkan meminimalkan potensi kesalahpahaman dan mengatasi hambatan komunikasi pada setiap tahap dalam proses komunikasi.

Seorang komunikator yang efektif memahami audiens mereka, memilih saluran komunikasi yang tepat, mengasah pesan mereka ke saluran ini dan mengkodekan pesan untuk mengurangi kesalahpahaman oleh penerima.

Mereka juga akan mencari umpan balik dari penerima tentang bagaimana pesan dipahami dan berusaha untuk memperbaiki kesalahpahaman atau kebingungan sesegera mungkin.

Penerima dapat menggunakan teknik seperti Klarifikasi dan Refleksi sebagai cara yang efektif untuk memastikan bahwa pesan yang dikirim telah dipahami dengan benar.

Saluran Komunikasi

Teori komunikasi menyatakan bahwa komunikasi melibatkan pengirim dan penerima (atau penerima) penyampaian informasi melalui saluran komunikasi.

Saluran Komunikasi adalah istilah yang diberikan kepada cara kita berkomunikasi. Ada beberapa saluran komunikasi yang tersedia untuk kita hari ini, misalnya percakapan tatap muka, panggilan telepon, pesan teks, email, Internet (termasuk media sosial seperti Facebook dan Twitter), radio dan TV, surat tertulis, brosur, dan laporan untuk menyebutkan beberapa saja.

Memilih saluran komunikasi yang tepat sangat penting untuk komunikasi yang efektif karena setiap saluran komunikasi memiliki kekuatan dan kelemahan yang berbeda.

Misalnya, menyiarkan berita tentang acara mendatang melalui surat tertulis mungkin menyampaikan pesan dengan jelas kepada satu atau dua orang tetapi tidak akan menjadi waktu atau biaya yang efektif untuk menyiarkan pesan ke sejumlah besar orang. Di sisi lain, menyampaikan informasi teknis yang kompleks lebih baik dilakukan melalui dokumen cetak daripada melalui pesan lisan karena penerima dapat mengasimilasi informasi dengan kecepatan mereka sendiri dan mengunjungi kembali item-item yang mereka tidak sepenuhnya mengerti.

Komunikasi tertulis juga berguna sebagai cara merekam apa yang telah dikatakan, misalnya mengambil menit dalam rapat

pengertian komunikasi

proses terjadinya komunikasi

  • Pesan Pengkodean

Semua pesan harus disandikan ke dalam bentuk yang dapat disampaikan oleh saluran komunikasi yang dipilih untuk pesan tersebut.

Kita semua melakukan ini setiap hari ketika mentransfer pemikiran abstrak menjadi kata-kata yang diucapkan atau bentuk tertulis. Namun, saluran komunikasi lain membutuhkan berbagai bentuk penyandian, mis. teks yang ditulis untuk laporan tidak akan berfungsi dengan baik jika disiarkan melalui program radio, dan teks pendek yang disingkat yang digunakan dalam pesan teks tidak pantas jika dikirim melalui surat.

Data kompleks mungkin paling baik dikomunikasikan menggunakan grafik atau bagan atau visualisasi lainnya.

Komunikator yang efektif menyandikan pesan mereka dengan audiens yang dituju dalam pikiran serta saluran komunikasi. Ini melibatkan penggunaan bahasa yang tepat, menyampaikan informasi dengan sederhana dan jelas, mengantisipasi dan menghilangkan kemungkinan penyebab kebingungan dan kesalahpahaman, dan mengetahui pengalaman penerima dalam men-decode komunikasi serupa lainnya. Pengkodean pesan yang sukses adalah keterampilan penting dalam komunikasi yang efektif.

  • Pesan Decoding

Setelah diterima, penerima harus mendekode pesan. Penguraian yang berhasil juga merupakan keterampilan komunikasi yang vital.

Orang akan memecahkan kode dan memahami pesan dengan cara yang berbeda berdasarkan pada Hambatan Komunikasi yang mungkin ada, pengalaman dan pemahaman mereka tentang konteks pesan, keadaan psikologis mereka, dan waktu dan tempat penerimaan serta banyak faktor potensial lainnya.

Memahami bagaimana pesan akan diterjemahkan, dan mengantisipasi sebanyak mungkin sumber potensi kesalahpahaman, adalah seni dari komunikator yang sukses.

  • Umpan balik

Penerima pesan cenderung memberikan umpan balik tentang bagaimana mereka memahami pesan melalui reaksi verbal dan non-verbal.

Komunikator yang efektif memperhatikan umpan balik ini karena itu satu-satunya cara untuk menilai apakah pesan telah dipahami sebagaimana dimaksud, dan memungkinkan kebingungan untuk diperbaiki.

Ingatlah bahwa tingkat dan bentuk umpan balik akan bervariasi sesuai dengan saluran komunikasi yang digunakan: misalnya umpan balik selama percakapan tatap muka atau telepon akan bersifat langsung dan langsung, sementara umpan balik ke pesan yang disampaikan melalui TV atau radio tidak langsung dan mungkin tertunda, atau bahkan disampaikan melalui media lain seperti Internet.

Kategori: Pendidikan

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: