Semua aktifitas manusia pasti mengandung resiko yang harus ditanggung dan bersifat tidak pasti. Kata resiko umumnya berkonotasi negatif dimana mengandung unsur bahaya, akibat serta konsekuensi yang mungkin terjadi akibat kegiatan yang sedang berlangsung atau kejadian di waktu yang akan datang. Untuk tahu lebih lanjut mengenai risiko, mari simak ulasan kami berikut ini.

Pengertian Risiko

Agar lebih memahami apa itu risiko, terdapat beberapa pendapat para ahli mengenai definisi resiko, diantaranya adalah:

  • Arthur Williams dan Richard, M.H

“Pengertian risiko adalah suatu variasi dari hasil-hasil yang mungkin bisa terjadi selama periode tertentu.”

  • Griffin

“Resiko merupakan suatu ketidakpastian tentang peristiwa masa depan atas hasil yang diinginkan atau tidak diinginkan.”

  • Hanafi

“Pengertian risiko adalah bahaya, akibat atau konsekuensi yang dapat terjadi akibat sebuah proses yang sedang berlangsung atau kejadian yang akan datang.”

  • Abas Salim

“Pengertian risiko adalah suatu ketidakpastian (uncertainty) yang mungkin dapat mengakibatkan peristiwa kerugian (loss).”

  • Subekti

“Pengertian resiko merupakan suatu kewajiban memikul kerugian yang diakibatkan oleh suatu kejadian diluar kesalahan salah satu pihak.”

  • Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

“Pengertian resiko menurut KBBI adalah segala kemungkinan terjadinya peristiwa yang dapat berpotensi merugikan perusahaan.”

    Dari pengertian resiko yang dipaparkan oleh beberapa ahli dan KBBI di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa resiko merupakan suatu ketidakpastian yang dapat terjadi di masa yang akan datang akibat dari kejadian luar biasa.

Jenis-Jenis Resiko

Secara umum, jenis resiko dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok. Berikut ini adalah penjelasan tentang beberapa jenis resiko tersebut:

  1. Risiko Murni (Pure Risk)

Jenis resiko pertama adalah resiko murni yaitu suatu risiko yang apabila terjadi akan mengakibatkan kerugian dan jika tidak terjadi tidak menyebabkan keuntungan. Umumnya ada dua hal yang yang dapat menimbulkan resiko ini yaitu break even dan rugi. Misalnya pencurian, kecelakaan, kebakaran dan lain sebagainya.

  1. Resiko Spekulatif (Speculative Risk)

Jenis resiko spekulatif yaitu resiko yang bisa menimbulkan kerugian namun juga bisa menimbulkan keuntungan. Terdapat 3 hal yang bisa jadi menimbulkan resiko ini yaitu kerugian, keuntungan, break even. Misalnya saja judi, membeli undian berhadiah atau ikut bursa efek yang masih belum pasti keuntungannya.

  1. Resiko Partikular

Resiko partikular adalah resiko yang bersumber dari individu dan memiliki efek secara lokal. Misalnya adalah kecelakaan kendaraan.

  1. Resiko Fundamental

Resiko fundamental merupakan risiko yang bersumber dari lingkungan sekitar atau alam yang memiliki dampak besar. Resiko ini merupakan resiko yang paling sulit ditebak karena bersumber dari alam yang bisa kapan saja terjadi. Misalnya adalah tsunami, gempa bumi, banjir bandang dan puting beliung.

Sumber-Sumber Resiko

Resiko bisa terjadi dapat dikarenakan banyak hal. Berdasarkan sumbernya, terdapat beberapa resiko yang harus diperhatian diantaranya adalah:

  1. Politik (Political) adalah resiko yang bersumber dari kebijakan politik yang ditetapkan. Misalnya adalah peraturan pemerintah, pendapat publik, perubahan ideologi, peraturan, dan lain sebagainya.
  2. Lingkungan (Environmental) adalah resiko yang bersumber dari lingkungan sekitar. Misalnya pencemaran lingkungan, perizinan, opini publik, kebijakan perusahaan, dan lain sebagainya.
  3. Perencanaan (Planning) adalah resiko yang bersumber dari proses perencanaan bisnis suatu perusahaan. Misalnya adalah opini publik, persyaratan perizinan, tata guna lahan, serta dampak sosial.
  4. Pemasaran (Marketing) adalah resiko yang bersumber dari kegiatan pemasaran. Misalnya permintaan (perkiraan), persaingan, kepuasan pelanggan, tren, dan kegiatan pemasaran lainnya.
  5. Ekonomi (Economic) adalah resiko yang muncul akibat kebijakan ekonomi atau kondisi ekonomi yang sedang terjadi. Misalnya adalah kebijakan keuangan, suku bunga, inflasi, perpajakan, dan kurs mata uang.
  6. Keuangan (financial) adalah resiko yang bersumber dari kondisi keuangan perusahaan. Misalnya kebangkrutan, keuntungan perusahaan, asuransi.
  7. Alami (natural) adalah resiko yang bersumber dari alam dan sifatnya bisa muncul secara tak terduga. Misalnya tsunami, cuaca, gempa bumi, temuan situs arkeologi dan sebagainya.
  8. Proyek (Project) adalah resiko yang bersumber dari kegiatan proyek. Misalnya persyaratan unjuk kerja, SOP, kepemimpinan, rencana kerja, dan lain sebagainya.
  9. Teknis (Technic) adalah resiko yang bersumber dari hal-hal teknis. Misalnya Kegiatan operasional, efisiensi operasional, keandalan.
  10. Manusia (Human) adalah resiko yang sumbernya dari manusia. Misalnya kesalahan manusia atau humen error, tidak kompeten, kelalaian, kelelahan, budaya, dan lain sebagainya.
  11. Kriminal (Criminal) adalah resiko karena terjadinya tindak kriminal. Misalnya pencurian, penipuan, korupsi.
  12. Keselamatan (Safety) adalah resiko yang berkaitan dengan keselamatan kerja. Misalnya adalah akibat dari zat berbahaya, tabrakan, keruntuhan, kebanjiran, kebakaran atau ledakan.
Kesimpulan

Resiko merupakan suatu ketidakpastian yang mungkin terjadi akibat dari kondisi tertentu dan umumnya berupa hal negatif. Resiko yang kami papar diatas merupakan resiko dalam lingkup luas. Demikian itulah penjelasan singkat mengenai resiko, baik pengertian, jenis-jenis resiko, serta sumber-sumber resiko. Semoga bermanfaat!!

Lihat Juga

Kategori: Pendidikan

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: