Pengertian Retail

BuahPikiran – Kata ritel berasal dari bahasa Perancis yaitu ‘ritellier’ yang artinya memotong atau memecah. Retail atau sering disebut dengan eceran (retailing) dapat diartikan sebagai semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa secara langsung kepada konsumen akhir dengan tujuan untuk penggunaan pribadi dan bukan penggunaan bisnis.

Banyak anggapan bahwa ritel hanya terkait dengan menjual produk-produk di toko. Padahal retail juga memberikan pelayanan jasa layanan antar (delivery services) bagi pembelinya. Kegiatan yang dilakukan dalam perusahaan retail (ritel) ialah menjual berbagai produk, jasa atau keduanya, kepada konsumen akhir untuk keperluan konsumsi pribadi ataupun bersama.

Selain dari pengertian di atas, retail juga diartikan berbeda-beda oleh para ahli. Berikut adalah definisi retail menurut para ahli, diantaranya adalah:

  • Gilbert

Pengertian retail ialah segala usaha bisnis yang secara langsung memfokuskan kemampuan pemasarannya untuk memuaskan konsumen akhir berdasarkan organisasi penjualan barang dan jasa sebagai inti dari distribusi.

  • Levy dan Weitz

Retail merupakan satu rangkaian aktivitas bisnis guna menambah nilai barang dan jasa yang dijual kepada konsumen dengan tujuan konsumsi pribadi atau rumah tangga.

  • Berman dan Evans

Pengertian retail ialah suatu usaha atau bisnis yang berusaha memasarkan barang atau jasa kepada konsumen akhir yang menggunakannnya untuk keperluan pribadi maupun rumah tangga.

  • Kotler

Retail merupakan sistem penjualan eceran yang meliputi semua aktivitas yang melibatkan penjualan barang atau jasa kepada konsumen akhir untuk dipergunakan yang sifatnya pribadi, bukan bisnis.

Dari beberapa pengertian di atas, dapat dirangkum bahwa retail (ritel) merupakan suatu usaha atau bisnis memasarkan dan menjual barang atau jasa kepada konsumen tingkat akhir yang tujuan penggunaannya adalah untuk pribadi bukan untuk bisnis atau dijual kembali.

Fungsi Bisnis Retail

Berdasarkan pengertian retail di atas, ada beberapa fungsi retail diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Membeli dan menyimpan barang. Maksudnya adalah membeli barang dari produsen dalam jumlah yang besar setelah itu menyimpannya.

  • Memindahkan hak milik barang pada konsumen tingkat akhir. Barang dari perusahaan retail akan didistribusikan kepada konsumen akhir yang secara langsung memakai barang atau jasa.

  • Memberikan informasi tentang sifat dasar dan cara pemakaian suatu barang. Dari retail yang berkomunikasi langsung dengan konsumen akhir atau pengguna maka dapat menyampaikan informasi langsung tentang sifat dan cara pemakaian barang.

  • Memudahkan konsumen akhir untuk membeli barang sebab perusahaan retail beroperasi di lokasi yang gampang dijangkau.

  • Mempermudah konsumen dalam memilih produk yang diinginkan sebab ada beragam produk pada pengecer.

  • Memberikan layanan purna jual suatu produk tertentu dan ikut serta menangani keluhan konsumen.

  • Dalam situasi tertentu, perusahaan retail dapat memberikan barang dengan sistem kredit kepada konsumen sehingga pembayaran dapat dilakukan lebih mudah.

Jenis jenis Retail

Bisnis retail, secara umum memiliki berbagai jenis. Berikut ini adalah jenis-jenis bisnis retail yang ada di sekitar kita.

Perusahaan Retail Dengan Toko

  1. Toko Barang Khusus (Specialty Store). Jenis bisnis retail ini memiliki lini produk yang sempit dengan keragaman yang dalam. Misalnya adalah Toko sepatu adalah toko lini tunggal; Toko sepatu pria adalah toko lini terbatas; sedangkan toko sepatu futsal pria adalah toko barang khusus.

  2. Toko Serba Ada (Departement Store). Toko ini memiliki beberapa produk dan umumnya ditempatkan dan dikelola pembeli khusus atau pedagang khusus.

  3. Pasar Swalayan (Supermarket). Jenis retail ini memiliki bisnis yang cukup besar, berbiaya rendah, bermarjin rendah tapi bervolume tinggi. Pasar swalayan dirancang untuk melayani segala kebutuhan untuk makanan, sarana mencuci, serta produk-produk keluarga.

  4. Toko Kenyamanan (Convenience Store). Toko dengan kapasitas kecil dan terletak dekat daerah pemukiman yang menjual produk-produk terbatas namun memiliki kenyamanan dan tingkat perputaran yang tinggi dan dengan harga yang sedikit lebih tinggi.

  5. Toko Diskon (Discount Store). Ialah toko yang harga barangnya lebih rendah dari harga standard, dengan marjin yang lebih rendah namun volume yang lebih tinggi.

  6. Pengecer Potongan Harga (Off-Price Retailer). Ialah toko dengan barang yang dibeli di bawah harga pedagang besar biasa serta dijual di bawah harga eceran.

  7. Gerai Pabrik (Factory Outlet). Usaha retail yang dijalankan oleh produsen dan umumnya menjual barang yang berlebihan, tidak diproduksi lagi, atau tidak biasa.

  8. Pengecer potongan harga independen (Independent off-price retailer). Usaha retail yang dijalankan oleh pengusaha atau usaha eceran yang lebih besar.

  9. Klub gudang atau klub pedagang besar (warehouse clubs atau wholesale clubs). Usaha retail ini menjual produk dengan pilihan terbatas, dengan diskon yang cukup besar bagi anggota yang membayar iuran keanggotaan tahunan.

  10. Toko Besar (Superstore). Ialah toko dengan luas yang cukup besar yang menjual produk untuk memenuhi kebutuhan dasar konsumen, baik food ataupun non-food.

  11. Toko Kombinasi (Combination stores). Toko gabungan antara makanan dan obat yang memiliki ruang penjualan cukup besar hingga 55.000 kaki persegi.

  12. Hiperpasar (Hypermarkets). Ialah toko dengan ruang penjualan hingga 220.000 kaki persegi dengan menggabungkan pasar swalayan, toko diskon, serta eceran gudang.

  13. Ruang Pameran Katalog. Ialah toko dengan pilihan produk yang banyak dengan harga cukup tinggi.

Perusahaan Retail Tanpa Toko

  1. Penjualan langsung (Direct Selling). Ialah usaha retail dengan kegiatan penjualan dari pedagang keliling dan terus berkembang menjadi industri yang besar. Penjualan langsung dijalankan oleh para wira-niaga langsung kepada konsumen akhir.

  2. Penjual satu-satu (One to One Selling). Ialah usaha retail dengan kegiatan penjualan dijalankan oleh wira-niaga dengan cara langsung memasarkan ke tempat tinggal konsumen satu per satu.

  3. Penjual satu ke banyak (One to Party Selling). Ialah usaha retail dengan cara penjualan seorang wira-niaga datang ke rumah seorang konsumen yang kemudian mengundang teman atau tetangganya untuk melihat demonstrasi produk.

  4. Pemasaran Jaringan (Network Marketing-MLM). Usaha retail yang memilih para usahawan agar berperan sebagai distributor yang kemudian akan memiliki beberapa anggota sebagai agen sedangkan agen nantinya akan menjual produk ke orang lain lagi agar dijualkan kepada pengguna terakhir.

  5. Pemasaran Langsung (Direct Marketing). Ialah usaha retail dengan cara pemasaran langsung dengan menggunakan katalog dan surat pos, bahkan sekarang sudah berkembang dengan cara baru, seperti melalui telepon (Telemarketing), melalui TV (Home Shopping), ataupun informasi berbelanja melalui elektronik (infomercial).

  6. Mesin Penjual Otomatis (Automatic Vending). Ialah usaha retail dengan menggunakan mesin penjual otomatis yang melakukan penjualan 24 jam sehari, dan mudah ditemukan di banyak tempat yang strategis.

  7. Jasa Pembelian (Buying Service). Ialah usaha retail oleh suatu pengecer tanpa toko yang melayani konsumen khusus misalnya rumah sakit dan lembaga pemerintahan.

Demikian itulah ulasan dan penjelasan lengkap tentang Retail atau Perusahaan Retail dari mulai pengertian, fungsi hingga jenis-jenis retail secara lengkap. Semoga bermanfaat, terimakasih!

Lihat juga:


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: