Home » SBM » Sayur » Pare

Pare

Pare (Momordica Charantia L.)

Pare merupakan tanaman setahun yang bersifat merambat. Tanaman tersebut merambat dengan alat pemegang yang berbentuk plin. Batangnya kecil dan panjang, tetapi lebih kuat dari mentimun. Daunnya bercagap menjari.  Daun tanaman pare beraroma spesifik dan tidak sedap. Buah pare yang telah tua berwarna kuning dan bijinya merah. Pare banyak mengandung vitamin A, vitamin B, dan vitamin C. Akan tetapi, tidak semua orang gemar buah pare karena rasanya pahit.

Klasifikasi Ilmiah
manfaat pare

Klasifikasi Ilmiah wiki

  • Kingdom: Plantae
  • Divisi: Magnoliophyta
  • Kelas: Magnoliopsida
  • Ordo: Violales
  • Famili: Cucurbitaceae
  • Genus: Momordica
  • Spesies: M. charantia

Jenis Pare

(Momordica charantia L) termasuk famili cucurbitaceae. Jenis jenis pare yang terkenal adalah sebagai berikut:

Pare putih

Buah pare putih bentuknya bulat panjang, besar dan berwarna putih. Permukaan kulit buahnya terdapat bintil bintil seperti jerawat. Jenis inilah yang sangat digemari karena rasanya tidak begitu pahit.

Jenis pare putih, bentukya panjang dan terdapat bintil-bintil

Pare hijau

Pare hijau buahnya lonjong, kecil, dan berwarna hijau. Permukaan kulit buahnya berbintil – bintil dan rasanya pahit.

Adapula jenis sayuran pare yang tidak termasuk momordica sp, tetapi termasuk Trichosanthus anguina L. sayuran tersebut dikenal dengan nama pare ular atau pare belut. Buah pare ini berwarna hijau tua dan permukaannya tidak mempunyai  bintil bintil. Rasanya tidak begitu pahit. Bentuk buahnya bulat dan sangat panjang hingga mencapai 60 cm. 

 

Jenis pare hijau, rasanya begitu pahit

Buah pare ini dapat melengkung sampai membentuk pilin. Para belut jarang ditanam di jawa barat, tetapi sering ditanam di jawa tengah dan jawa timur, terutama di depan rumah hingga tampak aneh.

Budidaya Pare 

Pare baik sekali ditanam di dataran rendah, seperti tegalan maupun pekarangan. Jika tanaman pare ditanam di dataran tinggi, biasanya buahnya kecil kecil dan pertumbuhan buahnya kurang normal. Syarat syarat penting untuk tumbuhnya pare antara lain tanahnya gembur, banyak mengandung humus, dan pH tanah antara 5-6. Tanaman tersebut tidak memerlukan banyak sinar matahari. Jadi, dapat tumbuh ditempat yang agak teduh atau ternaungi.

Tanaman pare di anjurkan untuk ditanam dipekarangan rumah. Adapun aktu tanam yang baik ialah pada awal musim hujan atau awal musim kemarau.

  • Cara tanam

Pare dikembangbiakkan dengan biji. Jika pare ditanam model para para, lahan tidak perlu dicangkul, tetapi langsung dibuat lubang asalkan gulmanya tidak banyak. Ukuran lebar lubangnya 30cm dan dalamnya 20 cm. Jarak antar lubang diatur 60cm dan jarak antar baris diatur 200 cm.

Setiap lubang di isi pupuk kandang atau kompos yang telah matang sebanyak satu kolgram. Akan lebih baik jika dicampur dengan abur dapur. Selanjutnya, setiap lubang ditanam 2-3 biji pare. Biji dapat tumbuh setelah 4-7 hari.

Setelah tinggi tanaman mencapai 50 cm, dibuat para para setinggi 1-1,5m untuk menjalarkan tanaman tersebut. Pembuatan para para dapat pula diganti dengan ajir atau tiang lanjaran. Untuk penanaman di pinggir pinggir pagar, tanaman dirambatkan pad pagar pagar tadi.  Oleh karena itu, biji biji pare itu ditanam di sepanjang pagar tersebut.

Pupuk buatan biasanya tidak diberikan. Akan tetapi, agar perolehan hasil yang memuaskan sebaiknya pupuk buatan diberikan pada tanaman. Pupuk buatan tersebut berupa urea TSP dan KCL dengan perbandingan 1 : 2 : 2 sebanyak 15g tiap tanaman (3 g urea, 6 g TSP, dan 6 g KCL). Pupuk tersebut diletakkan di sekeliling tanaman sejauh 10cm dari batangnya. sebaiknya pupuk diberikan saat tanaman berumur satu bulan dan bersamaan dengan penyiangan. Setelah berumur 1,5-2 bulan, tanaman mulai berbungan betina. Bunga tersebut biasanya dapat menjadi buah.

  • Pemeliharaan tanaman

Tanaman pare tidak membutuhkan perawatan yang sulit, cukup dengan membuang rumput atau gulma di sekeliling tanaman dan mencegah buah dari terserang hama. Pencegahan hama dilakukan dengan pembungkusan buah mudah menggunakan kertas atau daun pisang kering. Hal ini dimaksudkan  untuk mencegah serangan lalat buah (Dacus cucubitaceae sp) buah yang terserang lalat menjadi bernoda noda kuning lalu busuk.

Pembungkusan buah tidak diperlukan untuk pare belut, akan tetapi, sebaiknya buah yang muda digantungi (dibebani) kayu kecil atau sabut kelapa. Beban tersebut dikaitkan pada ujung ujung buah agar buahnya menjadi luruh.

  • Pemanenan

Setelah pare berumur 2,5 bulan, buah pertama sudah dapat dipanen. Pemanen yang terlambat akan menyebabkan buah pare tidak enak dimakan. Tanaman yang terawat baik dapat menghasilkan 30 buah pare setiap pohon. Produksi buah pare pada umumnya hanya untuk pasar lokal karena harganya murah.

Manfaat Pare 

Buah pare dapat dijadikan obat bagi penderita penyakit demam, tetutama demam karena malaria. Adapun daunnya berguna sebagai obat untuk membersihkan darah.

Selain untuk obat, buah pare dapat dibuat sambal goreng/lalap masak. Dengan memakan buah pare masak dapat merrangsang nafsu makan. Di duga pare dapat menurunkan kadar gula dalam darah (diabetes).