Home » Pendidikan » Neraca

Neraca

Istilah neraca mungkin sudah tidak asing lagi bagi Anda yang berkecimpung dalam dunia akuntansi. Neraca adalah salah satu bagian dari laporan keuangan yang juga dikenal dengan istilah balance sheet.

Neraca merupakan salah satu bagian penting dari laporan keuangan suatu perusahaan dimana di dalamnya memuat informasi mengenai aktiva, kewajiban, serta ekuitas pemegang saham di akhir periode akuntansi perusahaan tersebut.

Pengertian Neraca

Apa yang dimaksud dengan Neraca? Neraca merupakan salah satu laporan keuangan yang penting untuk dibuat oleh perusahaan. Neraca juga merupakan salah satu bagian penting dari laporan keuangan suatu perusahaan dimana menjadi dasar bagi suatu perusahaan dalam membuat keputusan bisnis.

Selain pengertian di atas, para ahli juga memiliki definisi sendiri mengenai neraca diantaranya:

  • Suad Husnan dan Enny Pujiastuti

”Pengertian neraca adalah menunjukan posisi kekayaan perusahaan, kewajiban perusahaan serta modal dasar perusahaan pada waktu tertentu. Kekayaan yang dimaksud disajikan pada sisi aktiva, sedangkan kewajiban dan modal atau ekuitas disajikan dalam sisi pasiva.”

  • Budi Raharjo

“Pengertian Neraca adalah laporan tentang harta kekayaan perusahaan atau keadaan posisi keuangan perusahaan. Laporan neraca bisa memberikan informasi tentang kuat  atau tidaknya posisi keuangan perusahaan dengan memperliatkan bagian yang dimiliki perusahaan dan bagian yang dipinjam dari pihak lain dalam jangka waktu tertentu.”

 Penyusunan laporan neraca ini sangat penting karena dapat mempengaruhi kebijakan-kebijakan dalam perusahaan. Hal ini karena di dalam neraca memuat informasi penting kepada stakeholder, pemerintah, akademisi, dan pihak-pihak lain yang berperan dalam membuat kebijakan dalam menentukan arah perusahaan.

Fungsi Neraca

Fungsi neraca pada intinya untuk menaksir kesehatan keuangan perusahaan, meramalkan keadaan arus kas di masa depan serta berfungsi untuk menganalisis likuiditas serta fleksibilitas keuangan perusahaan.

  • Berfungsi sebagai alat yang digunakan untuk analisis perubahan kondisi keuangan suatu perusahaan secara berkala dari tahun ke tahun. Jadi, dari laporan neraca kita (perusahaan) dapat mengetahui bagaimana perkembangan perusahaan dilihat dari kondisi keuangannya.
  • Berfungsi sebagai alat untuk menganalisis likuiditas (kemampuan perusahaan mengembalikan hutang dalam bentuk dana cair atau liquid) suatu entitas bisnis sehingga diketahui kemampuan suatu perusahaan untuk melakukan kewajibannya dengan harta likuid.
  • Berfungsi sebagai alat untuk menganalisis kemampuan suatu perusahaan dalam melunasi utang jangka pendek sebelum jatuh tempo. Neraca sangat penting untuk melihat apakah perusahaan mampu membayar hutang jangka pendeknya dengan melihat aktiva dan dibandingkan dengan kewajiban atau hutangnya.

Unsur-unsur Neraca

Berdasarkan pengerian neraca tersebut di atas, maka ada tiga unsur wajib yang ada si dalam neraca diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Aktiva (Asset)

Aktiva atau aset merupakan kekayaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan atau entitas bisnis yang diharapkan mampu memberikan manfaat usaha di masa depan. Aktiva juga bisa disebut denga aset yang dimiliki oleh perusahaan baik berupa aktiva lancar atau liquid maupun aktiva tetap seperti gedung dan sebagainya. Aktiva sendiri dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  • Aktiva Lancar

Aktiva lancar merupakan aset yang umur atau masa kegunaannya hanya untuk jangka pendek. Proses pencairan aktiva lancar ini kurang dari atau maksimal 1 tahun. Dalam aktiva lancar ada beberapa akun yang termasuk di dalamnya seperti Kas, Piutang, Perlengkapan, Persediaan dan biaya dibayar di muka.

  • Aktiva Tetap

Sedangkan aktiva tetap merupakan aset yang umur atau masa kegunaannya untuk digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Umumnya lebih dari satu tahun. Aktiva tetap ini umumnya digunakan untuk kepentingan operasional perusahaan. Beberapa akun yang termasuk dalam aktiva tetap diantaranya adalah tanah, gedung, mesin, peralatan dan lain sebagainya.

Jenis aktiva ini mengalami penyusutan karena penggunaan dan berkurangnya masa pakai. Karena terus digunakan maka nilai dari aset atau aktiva tersebut akan berkurang, oleh karenanya harus dilakukan pencatatan penyusutan aktiva tetap. Selain itu, aktiva tetap juga memiliki 2 jenis yaitu aktiva tetap berwujud (aktiva tetap yang memiliki bentuk secara fisik seperti gedung, mesin dan peralatan) dan aktiva tetap tidak berwujud (aktiva tetap yang secara fisik tidak memiliki bentuk atau wujud seperti hak paten, hak cipta, merk dagang, dan lain-lain).

  • Investasi Jangka Panjang, yaitu penanaman modal yang dilakukan dengan tujuan memperoleh penghasilan tetap dengan jangka waktu lebih dari satu tahun. Misalnya saja investasi saham dan investasi obligasi.
  • Aset Lain-lain, yaitu aset yang tidak termasuk dari ketiga aset diatas. Contohnya adalah beban yang ditangguhkan dan piutang direksi.
  1. Pasiva (Liability)

Pasiva merupakan kewajiban pembayaran yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan atau entitas bisnis kepada pihak lain, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Dalam pasiva terdapat akun-akun yang termasuk di dalamnya diantaranya adalah hutang, Pendapatan dibayar di muka dan Akrual (biaya yang akan jatuh tempo).

Pasiva atau kewajiban dapat digolongkan menjadi dua, diantaranya adalah:

  • Utang Jangka Pendek

Utang jangka pendek ialah semua hutang yang harus dibayarkan dalam waktu relatif ingkat, paling lambat satu tahun. Beberapa yang termasuk di dalam utang jangka pendek antara lain adalah:

Utang Wesel/ Wesel Bayar yaitu, wesel yang wajib dibayar oleh entitas bisnis kepada pihak lain yang pernah dibayarkan sebelumnya. Biasanya jangka atau umur utang wesel adalah 30 hari, 60 hari, atau 90 hari.

⇒ Utang Dagang (Account Payable), yaitu utang kepada rekan usaha (supplier) yang kaitannya untuk kegiatan perusahaan seperti untuk membayar barang yang sudah diterima sebelumnya.

⇒ Biaya yang harus dibayar, yaitu  semua biaya yang belum lunas dalam satu periode pembukuan. Misalnya saja utang gaji/ upah dan utang biaya lainnya.

  • Kewajiban Lain-lain

Kewajiban ini berisi kewajiban yang tidak termasuk dalam kedua kategori di atas. Misalnya adalah utang kepada direksi.

  1. Modal (Equity)

Modal (Equity) merupakan uang atau barang yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan suatu pekerjaan. Di dalam laporan keuangan terutama neraca, modal adalah saldo dari modal akhir sebuah perusahaan dalam satu periode akuntansi. Atau bisa juga dikatakan bahwa modal atau equity merupakan selisih atau nilai lebih assets dikurangi dengan liabilities. Rumusnya adalah:

Equity = Asset – Liability

Dalam modal atau equitas, terdapat beberapa macam yang dapat dihutungkan sebagai modal seperti akun penambahan ekuitas, modal disetor, pendapatan, pengambilan pribadi, dan beban. Ekuitas terbagi menjadi dua yaitu:

  • Ekuitas yang berasal dari setoran pemilik, misalnya adalah modal saham termasuk agio saham.
  • Ekuitas yang berasal dari hasil operasi yaitu laba yang ditahan atau laba yang tidak dibagikan kepada pemilik.

Bentuk 

Dalam penyajian laporan keuangan, neraca memiliki dua bentuk penyajian yaitu bentuk Stafel (laporan) dan Skontro (rekening). Pemilihan bentuk penyajian laporan neraca tersebut sebaiknya disesuaikan dengan jumlah pos akun yang dipakai oleh entitas bisnis.

Bentuk penyajian Stafel yang memanjang ke bawah akan lebih pas jika dipakai bila akun dalam perusahaan tersebut jumlahnya banyak. Sedangkan penyajian Skontro berbentuk menyamping akan lebih efektif dipakai bila akun pada perusahaan jumlahnya sedikit.

  1. Bentuk Skontro (Rekening)

Laporan neraca dengan bentuk Skontro menyajikan rekening dalam dua sisi atau menyamping. Pada sisi sebelah kanan adalah komponen pasiva, berisikan modal dan kewajiban. Sedangkan pada sisi sebelah kiri adalah aktiva, yaitu semua akun dengan klasifikasi aktiva.

  1. Bentuk Stafel (Laporan)

Neraca bentuk Stafel dibuat secara berurutan, mulai dari aktiva, pasiva, dan modal. Bentuk stafel memiliki bentuk memanjang yang dan cocoknya digunakan untuk perusahaan dengan akun yang banyak.

Laporan neraca memiliki fungsi yang penting dalam perusahaan karena dapat dikatakan bahwa seluruh manajemen perusahaan tercermin dalam neraca. Karena fungsi neraca bukan hanya untuk perusahaan namun juga untuk stakeholder, pemerintah, akademisi serta pihak lain yang terkait. Demikian itulah penjelasan lengkap mengenai pengertian, fungsi, unsur-unsur dan bentuk penyajian neraca. Semoga bermanfaat!!

Lihat juga