Pengertian Modal Kerja

Menurut Sutrisno ( 2009) modal kerja merupakan salah aktiva bagian yang terpenting dalam sebuah perusahaan, karena tanpa melalui modal kerja perusahaan tidak akan dapat memenuhi kebutuhan untuk menjalakan aktivitas produksi.

Menurut Sawir (2003) modal kerja adalah jumlah aktiva lancar yang dimiliki perusahaan atau bisa juga dimasukkan dengan dana yang harus tersedia untuk membiayai kegiatan operasi perusahaan sehari hari.

Dari dia pengertian tentang modal kerja diatas dapat disimpulkan bahwa modal kerja adalah jumlah aktiva lancar yang dimiliki perusahaan untuk membiayai kegiatan sehari hari. Modal kerja bersih yang dimiliki perusahaan dapat dihitung dengan menggunakan rumus

Modal Kerja = Aktiva Lancar – Kewajiban Lancar

Aset Lancar mewakili aset-aset yang dapat dengan mudah diubah menjadi uang tunai dalam waktu kurang dari satu tahun. Di sisi lain, kewajiban lancar mengacu pada kewajiban yang harus dibayar dalam tahun akuntansi.

Perusahaan memiliki modal kerja negatif Jika rasio aset lancar terhadap liabilitas kurang dari satu.

Rasio modal kerja yang tinggi tidak selalu bagus. Ini menunjukkan bahwa bisnis memiliki persediaan terlalu banyak atau tidak menginvestasikan kelebihan uang tunai

Unsur Modal kerja

Sesuai dengan pengertian modal kerja itu sendiri maka unsur dari modal kerja adalah aktiva lancar dan hutang lancar.

Konsep Modal Kerja

Menurut Riyanto (2011) modal kerja menjadi tiga konsep yaitu

  • Modal kerja kuantitatif

Merupakan konsep yang menitikberatkan pada kuantum yang dibutuhkan perusahaan guna membiayai kegaitan operasinya yang bersifat terus menerus, atau menunjukkan jumlah dana yang tersedia untuk tujuan kegiatan operasi jangka pendek. Pada konsep ini, modal kerja merupakan jumlah aktiva lancar (gross capital working)

  • Konsep kualititatif

Adalah selisih antara aktiva lancar dikurangi dengan hutang lancar, atau sebagian dari aktiva lancar yang benar benar dapat digunakan untuk membiayai operasi perusahaan tanpa harus menunggu likuiditas. Konsep ini biasa disebut konsep modal kerja netto – net working capital

  • Konsep fungsional

Yang menitikberatkan pada dana dalam menghasilakan income dari usaha pokok perusahaan itu sendiri. Menghasilkan pendapatan pada suatu periode akuntasi (current income) serta periode berikutnya (future income)

Jenis jenis modal kerja

  1. Ditinjau dari segi nilai-nya
  • Modal Kerja Bruto: menunjukkan investasi keseluruhan perusahaan dalam aset lancar.
  • Modal Kerja Bersih: menyiratkan surplus aktiva lancar dibandingkan kewajiban lancar. Modal kerja bersih positif menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menutupi kewajiban jangka pendek, sedangkan modal kerja bersih negatif menunjukkan ketidakmampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek.
  1. Ditinjau dari segi waktu
  • Modal kerja sementara: Atau dikenal sebagai modal kerja variabel, itu adalah bagian dari modal yang dibutuhkan oleh perusahaan bersama dengan modal kerja permanen, untuk memenuhi kebutuhan modal kerja jangka pendek yang muncul dari fluktuasi volume penjualan.
  • Modal Kerja Permanen: Jumlah minimum modal kerja yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan operasi tanpa gangguan, disebut modal kerja permanen.

Siklus modal kerja

Siklus Modal Kerja atau dikenal sebagai siklus operasi, adalah lamanya waktu antara arus kas keluar dan arus kas masuk selama operasi bisnis. Siklus Ini adalah waktu yang diambil oleh perusahaan, untuk pembayaran bahan, upah dan biaya lainnya, masuk ke persediaan dan merealisasikan uang tunai dari penjualan barang jadi.

Singkatnya, siklus modal kerja adalah waktu rata-rata yang diperlukan untuk menginvestasikan uang tunai dalam aset dan mengubahnya menjadi uang tunai dengan menjual aset yang dihasilkan.

Siklus modal kerja dapat bervariasi dari perusahaan ke perusahaan tergantung pada berbagai faktor, seperti sifat dan ukuran bisnis, kebijakan produksi, proses manufaktur, fluktuasi dalam siklus perdagangan, kebijakan kredit, syarat dan ketentuan untuk pembelian dan penjualan, dll.

Faktor yang mempengaruhi modal kerja

Menurut Munawir (2004) besarnya jumlah modal kerja yang dibutuhkan suatu perusahaan dipengaruhi beberapa faktor yaitu:

  • Sifat atau tipe perusahaan
  • Waktu yang diperlukan untuk memperoduksi atau memperoleh barang yang akan dijual
  • Syarat pembelian bahan atau barang dagangan
  • Syarat penjualan
  • Tingkat perputaran persediaan

Manajemen Modal Kerja

Manajemen modal kerja (working capital managemen) adalah bentuk pengelolaan investasi jangka pendek yang terkait dengan sumber dana.

Manfaat Modal Kerja

Seperti dijelaskan diatas modal kerja salah satu terpenting untuk dapat kegiatan utama perusahaan. Berikut beberapa manfaat modal kerja

  • Untuk menghindari terjadi krisis modal kerja dikarenakan turunnya nilai dari aktiva lancar
  • Untuk membayar semua kewajiban jangka pendek tepat pada waktunya
  • Untuk membeli atau menambah persediaan untuk melayani konsumen.
  • Untuk memberikan syarat kredit kepada pelanggan yang lebih menguntungkan
  • Untuk dapat beroperasi lebih efisien karena kecukupan modal untuk memperoleh barang atau jasa yang diperlukan

Untuk mengukur kecukupan modal kerja dapat diukur melalui rasio berikut:

  • Rasio total aktiva terhadap modal kerja bersih (total asset to net working capital)

Rasio menunjukkan perbandingan total aktiva terhadap modal kerja bersih. Bila rasio terlalu tinggi mengindikasikan rendahnya tingkat likuidasi, sementara bila rasio rendah mengindikasikan sebaliknya.

  • Rasio kewajiban lancar (current liabilities to net working capital ratio). Merupakan ekspresi alnternatif dari current ratio. Apabila current ration rendah, tingkat rasio ini akan tinggi, mendgindikasikan likuiditas tinggi.
  • Perputaran modal kerja (working capital turnover), merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur aktivitas usaha terhadap kelebihan aktiva lancar atas kewajiban lancar. Bila rasio ini tinggi berarti mengindikasikan likuiditas rendah untuk mendukung operoasional, sebaliknya bila tinggi akan menunjukkan rasio likuiditas tinggi.

Perubahan Modal Kerja Mempengaruhi Arus Kas Perusahaan

Sebagian besar proyek memerlukan investasi dalam modal kerja, yang mengurangi arus kas, tetapi uang tunai juga akan turun jika uang dikumpulkan terlalu lambat, atau jika volume penjualan menurun – yang akan menyebabkan penurunan piutang dagang. Perusahaan yang menggunakan modal kerja secara tidak efisien dapat meningkatkan arus kas dengan menekan pemasok dan pelanggan.

Sumber

  1. what is working capita,defenition and type (businessjargons)
  2. Konsep Modal kerja (pusspaadewii)
  3. Working capital (investopedia)
Kategori: Pendidikan

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: