Home » SBM » Buah » Kecapi

Kecapi

Buah dengan nama lain Sandoricum koetjape merupakan tanaman yang banyak tumbuh di daratan daerah rendah sampai daerah pergunungan dengan ketinggian 1200 meter diatas permukaan laut. Kecapi diperkirakan berasal dari Semenanjung Malaya. Berabad-abad yang lalu, tumbuhan ini dibawa dan masuk ke india, Indonesia dan Filipina. Hingga saat ini tanaman kecapi sudah sulit ditemukan karena sudah langka sehingga pohon kecapi ditanam dikebun secara sederhana.

Buah kecapi memiliki banyak nama lain di berbagai daerah. Di Indonesia buah ini memiliki nama yang berbeda-beda misalnya pono, setul, sentoy (Aceh), , Sentul (Jawa), Hasapi, Sotul (Batak), Kasapi, Santu (Makasar).

Klasifikai Tanaman  

buah kecapi yang sudah tua

Klasifikasi tumbuhan Kecapi secara lengkap ialah sebagai berikut, (Tjitrosoepomo, 2004 dan Corner and Watanabe, 1969).

Kingdom

Plantae

Divisio            

Spermatophyta

Sub Divisio

Angiospermae

Kelas

Dicotyledoneae

Sub Kelas

Dialypetalae

Bangsa

Rutales

Suku  

Meliaceae

Marga              

Sandoricum

Jenis

Sandoricum koetjape (Burm.f.) Merr.

Morfologi Tanaman

Pohon kecapi merupakan tumbuhan yang rimbun dan besar, batangnya tumbuh tegak dapat mencapai 30 m, diameternya 70 sampai 90 cm, bergetah seperti susu. Memiliki daun yang majemuk berseling-seling, bertangkai sampai dengan 18 cm, menyirip beranak daun tiga, bentuk jorong sampai bundar telur, membulat atau agak runcing di pangkal, meruncing di ujung, hijau berkilat di sebelah atas, hijau kusam di bawahnya. Memiliki anak daun ujung yang bertangkai panjang, jauh lebih panjang dari tangkai anak sampingnya.

Buahnya memiliki bentuk yang bulat agak gepeng, berwarna kuning agak kemerahan jika masak, berbulu halus seperti beludru. Daging buahnya bagian luar cukup tebal dan keras menyatu dengan kulit. Warnanya kemerahan, daging buah bagian dalam lunak dan berair, melekat pada biji, putih, masam sampai manis.

Memiliki bunga dengan kelamin ganda, bertangkai pendek, berkelopak bertaju lima. Bunganya memiliki mahkota lima helai, berwarna kuning hijau, dan samar-samar berbau harum. Memiliki biji yang berjumlah 2 sampai 5 butir, cukup besar, berbentuk bulat telur agak pipih, coklat kemerahan berkilat, keping biji berwarna merah.

Pohon kecapi dapat berbuah masak dalam bulan Oktober sampai November dengan rasa manis atau agak asam. Kulit buahnya memiliki daging tebal kerap di makan dalam keadaan segar atau di masak lebih dulu, dijadikan manisan atau Marmalade. Kayu kecapi bermutu baik sebagai bahan kontruksi rumah, bahan perkakas atau kerajinan, mudah di kerjakan dan mudah dipoles dan daunnya juga banyak dimanfaakan masyrakat di daerah pedesaan yaitu untuk obat diare dan kudis.

Kandungan Gizi Buah Kecapi

Berbagai bagian pohon kecapi memiliki khasiat obat. Rebusan daun kecapi dimanfaatkan sebagai penurun demam. Serbuk kulit batangnya untuk pengobatan cacing gelang. Akarnya untuk obat kembung, sakit perut dan diare; serta untuk penguat tubuh wanita setelah melahirkan. Batang dan akar tumbuhan kecapi mengandung flavonoid, glikosida, saponim, tanin dan steroid/triterpenoid (Hutapea,1994).

Kalori  

247 kj/100 g

Air      

83,9 g

Protein

0,7 g

Lemak              

1 g

Karbohidrat

13,7 g

Serat     

1,1 g

Abu  

0,7 g

Kalsium          

11 mg

Fosfor  

20 mg

Besi

1,2 mg

Kalium

328 mg

Vitamin C

14 mg

Manfaat Buah Kecapi bagi Kesehatan Tubuh

Akar dan seluruh bagian tanaman dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit diantaranya sebagai obat keputihan dan obat mulas, obat batuk, cacing gelang, antidiare, obat demam. Bagian tanaman yang lainnya juga sangat bermanfaat, kulit batang kecapi untuk pengobatan cacing gelang dan kurap, akarnya untuk obat kembung, serta untuk penguat tubuh wanita setelah melahirkan (Anonim, 2008).

Berikut ini adalah manfaat buah kecapi bagi kesehatan tubuh.

    1. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Tubuh yang sehat dan bebas penyakit pasti memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik pula. Mengkonsunsi buah kecapi setiap hari secara teratur dapat digunakan untuk meningkatkan sistem imun atau daya tahan tubuh. Kandungan zat antioksidan dan vitamin C nya membantu tubuh memproduksi imun lebih banyak dan menangkal berbagai penyakit.

    1. Menurunkan Kolesterol

Kolesterol di dalam tubuh terdiri dari 2 (dua), yait high-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol ‘baik’, dan low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol ‘jahat’. Jika HDL dibutuhkan oleh tubuh, maka LDL adalah sebaliknya. Kolesterol ‘jahat’ dapat menyebabkan penumpukan lemak yang berakibat pada tersumbatnya aliran darah, dan menimbulkan penyakit kardiovaskular seperti stroke dan jantung. Buah kecapi bermanfaat menurunkan kolesterol jahat yang dihasilkan oleh kandungan serat dan senyawa yang disebut pektin.

    1. Mengontrol Gula Darah

Buah kecapi memiliki rasa yang cukup manis tetapi buah kecapi memiliki indeks glikemik yang rendah. Jadi, meskipun manis masih aman dikonsumsi mereka yang mengalami diabetes. Ditambah dengan kandungan serat yang tinggi, buah kecapi juga dapat untuk mengontrol kadar gula darah di dalam tubuh.

    1. Menghindari Alzheimer

Adanya zat antioksidan pada buah kecapi juga lantas menghasilkan manfaat buah kecapi untuk menghindari penyakit fugsi otak seperti Alzheimer. Namun, hal ini juga harus diimbangi oleh gaya hidup yang sehat, karena penyakit Alzheimer juga sedikit banyak dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat.

    1. Menghindari Osteoporosis

Seperti yang sudah disebutkan di awal, buah kecapi diperkaya oleh kandungan mineral seperti kalsium dan fosfor. Kedua mineral tersebut sangat baik untuk merawat kesehatan tulang dan menghindari tulang mengalami pengeroposan (osteoporosis). Selain itu, kalsium dan fosfor juga efektif dalam merawat kesehatan gigi, termasuk menjaga enamel gigi agar tetap sehat.

    1. Merawat Kesehatan Usus

Khasiat buah kecapi yang tak kalah hebat lainnya adalah, menjaga kesehatan fungsi usus dengan cara membantu perkembangan bakteri baik di dalam usus. Konsumsi buah kecapi secara rutin, maka Anda akan terhindar dari berbagai penyakit gangguan usus.

    1. Mengatasi Sembelit

Masih seputar manfaat buah kecapi bagi sistem pencernaan, kandungan serat pada buah kecapi juga efektif dalam mengatasi masalah susah buang air besar (BAB) yang mungkin banyak dari Anda sering mengalaminya. Serat pada buah kecapi efektif untuk mengubah tekstur feses dari yang sebelumnya keras menjadi lunak, sehingga mudah untuk dikeluarkan.

    1. Menghindari Obesitas

Terutama untuk Anda kaum Hawa, sebisa mungkin ingin menghindari yang namanya obesitas. Faktanya, obesitas tak hanya mengurangi estetika tubuh, melainkan juga berdampak pada timbulnya penyakit seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), bahkan serangan jantung. Manfaat buah kecapi juga termasuk mencegah Anda mengalami obesitas. Kandungan serat di dalamnya efektif untuk melancarkan pencernaan, sekaligus memberikan efek kenyang yang lebih lama sehingga pola makan terkontrol.

    1. Mencegah Penuaan Dini

Buah kecapi mengandung banyak vitamin C. Hal ini lantas menjadikan khasiat buah kecapi untuk mencegah terjadinya penuaan dini pada kulit yang ditandai oleh sejumlah hal seperti kerutan pada kulit dan flek hitam. Selain mencegah penuaan dini, khasiat buah kecapi bagi kulit juga untuk mempertahankan kekencangan dan kekenyalan kulit. Lagi-lagi, ini karena kandungan vitamin C tinggi di dalamnya.

    1. Mengobati Alergi

Alergi adalah suatu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menjadi sangat sensitif terhadap elemen-elemen asing yang masuk ke dalam tubuh, seperti debu atau bahkan makanan. Akibatnya, tubuh akan memunculkan reaksi alergi seperti timbul ruam kemerahan pada kulit, kulit gatal, atau batuk dan bersin. Alergi tidak benar-benar bisa disembuhkan. Namun, gejalanya bisa diredakan. Salah satunya dengan mengkonsumsi buah kecapi. Adanya kandungan zat asam pada kecapi ditengarai menjadi penghasil manfaat buah kecapi yang satu ini.

Budidaya Tanaman

    • Syarat Tumbuh Tanaman Kecapi

Tanaman buah kecapi dapat tumbuh di daerah dengan ketinggian 0 m dpl sampai ketinggian melebihi 2000 m dpl. Pertumbuhan pohon buah kecapi ini akan baik jika terjamin pada tanah liat berlempung dan liat berpasir yang longgar dan gembur yang banyak humus serta mendapatkan sinar matahari penuh.

    • Persiapan Bibit Buah Kecapi

Pembibitan tanaman kecapi bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu generatif ataupun vegetatif. Tetapi jika tidak ingin repot, dapat membeli bibit pohon kecapi di toko atau kios bibit setempat. Namun ketika memilih hendaknya harus benar-benar bibit yang sehat bebas dari hama penyakit, memiliki daun hijau segar tidak layu, memiliki batang kokoh tidak kering dan pilih juga bibit memiliki cabang rindang.

    • Persiapan Lahan Tanam Kecapi

Persiapan lahan tanam kecapi yaitu dengan menyediakan lahan untuk menanam kecapi dan di bersihkan terlebih dahulu dari gulma atau tanaman pengganggu lainnya. Selanjutnya, buatlah lubang tanam dengan ukuran 50x50x50cm. Tanah bekas galian lubang tanam kemudian dicampurkan dengan kompos/pupuk kandang yang sudah terfermentasi dan sekam, dan aduk sampai merata dan istirahatkan.

Campuran tersebut nantinya digunakan untuk menutup lubang tanam galian. Setelah lubang tanam selesai dibuat, maka diamkan lubang tanam selama 2-3 hari untuk menghilangkan racun dalam tanam.

    • Penanaman Kecapi

Penanaman buah kecapi dapat dilakukan jika semua media tanam dan bibit telah siap. Langkah pertama, lepaskan polybag bibit kecapi dengan hati-hati agar tidak merusak perakaran dan medianya. Kemudian masukkan bibit kecapi ke dalam lubang tanam dengan posisi tegak dan tutup kembali lubang tanam dengan media tanam tadi (campuran tanah galian, pupuk kandang/kompos dan sekam). Kemudian padatkan sedikit dan lakukan penyiraman seperlunya. Setelah berhasil ditanam, dapat dilakukan pemasangan ajir dari bambu berukuran panjang sekitar 1,5-2 meter.

    • Perawatan Tanaman Kecapi

Perawatan tanaman buah kecapi dapat dilakukan dengan beberapa hal diantaranya:

Lakukan penyiraman secara rutin 1-2 kali sehari tergantung cuaca dan kelembaban tanahnya.

Lakukan juga penyiangan pada gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang tumbuh disekitar tanaman kecapi.

Lakukan pemupukan susulan 1 bulan sekali, pemupukan tersebut dapat dilakukan menggunakan pupuk kandang/kompos, NPK, atau pupuk organik cair.

Agar cepat berbunga dan berbuah, maka berikan juga hormon perangsang buah, batang dan daun secara rutin dengan interval 1 bulan sekali.

Lihat Keluar