Kakao (Coklat)

Kakao merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan yang berasal dari Amerika selatan yang selanjutnya tersebar di beberapa Negara tropis termasuk di Indonesia. Karena termasuk tumbuhan perkebunan, tanaman buah kakao memiliki waktu panen yang musiman seperti tumbuhan perkebunan lainnya, kakao dapat dipanen dalam waktu tahunan.

Klasifikasi Tanaman  

Kakao merupakan satu-satunya di antara 22 jenis marga Theobroma dan suku Sterculiaceae yang diusahakan secara komersial. Menurut Tjitrosoepomo (1988) klasifikasi tanaman ini sebagai berikut :

jenis dan manfaat buah kakao atau coklat
buah kakao / coklat

Kingdom

Plantae

Division

Spermatophyta

Sub-division    

Angiospermae

Class               

Dicotyledoneae

Sub-class        

Dialypetalae

Order             

Malvales

Family

Sterculiaceae

Genus             

Theobroma

Species           

Theobroma cacao L.

Jenis Kakao

Tanaman kakao dibagi menjadi tiga kelompok besar yaitu criollo, forastero, dan kakao trinitario. Sifat criollo ialah memiliki pertumbuhan yang kurang kuat, daya hasil yang lebih rendah daripada forastero, dan relatif mudah terserang hama dan penyakit. Permukaan kulit buah kakao criollo termasuk kasar, berbenjol-benjol dan alur-alurnya jelas. Memiliki kulit yang tebal tetapi lunak sehingga mudah dipecah.

Kadar lemak yang ada pada biji criollo lebih rendah daripada forastero tetapi ukuran bijinya besar, bulat, dan memberikan citarasa yang khas. Waktu fermentasi bijinya lebih singkat daripada tipe forastero. Kakao criollo termasuk pada kelompok kakao mulia (fine flavoured), sementara itu kakao forastero termasuk kelompok kakao lindak (bulk).

Kakao trinitario adalah hibrida criollo dengan farastero. Sifat morfologi dan fisiologinya cukup unik demikian juga daya dan mutu hasilnya. Kelompok trinitario dapat masuk ke dalam kakao mulia dan lindak, tergantung pada mutu bijinya.

Morfologi Tanaman

    • Batang dan Cabang

Tanaman buah kakao memiliki habitat asli hutan tropis dengan naungan pohon-pohon tinggi, curah hujan tinggi, suhu sepanjang tahun yang relatif sama, dan kelembaban tinggi yang relatif tetap. Jika dibudidayakan di kebun, tinggi tanaman kakao umur tiga tahun mencapai 1,8 – 3,0 meter dan saat umur 12 tahun dapat mencapai 4,50 – 7,0 meter.

    • Daun

Daun kakao juga memiliki sifat dimorfisme. Pada bagian tunas ortotrop, tangkai daunnya cukup panjang, yaitu 7,5-10 cm sedangkan di tunas plagiotrop panjang tangkai daunnya hanya 2,5 cm. Tangkai daunnya memiliki bentuk silinder dan bersisik halus, namun bergantung pada tipenya.

    • Akar

Kakao merupakan tanaman dengan tipe akar surface root feeder, yaitu sebagian besar akar lateralnya (mendatar) berkembang dekat permukaan tanah, pada kedalaman tanah (jeluk) 0-30 cm dimana 56% akar lateral tumbuh pada jeluk 0-10 cm, 26% pada jeluk 11-20, 14% pada jeluk 21-30 cm, dan hanya 4% tumbuh pada jeluk diatas 30 cm dari permukaan tanah.

Tanaman kakao yang berasal dari biji (generatif) mempunyai akar tunggang (radix primaria). Panjangnya dapat mencapai delapan meter kearah samping dan dapat mencapai 15-20 meter kearah bawah. Sebaliknya, tanaman yang diperbanyak dengan cara vegetatif pada awal pertumbuhannya tidak menumbuhkan akar tunggang tetapi akar serabut yang banyak jumlahnya.

    • Bunga

Bunga kakao termasuk bunga sempuna, dimana terdiri atas daun kelompok (calyx) sebanyak 5 helai dan benang sari (androecium) berjumlah 10 helai. Diameter bunganya mencapai 1,5 cm. Tumbuhnya secara berkelompak pada bantalan bunga yang menempel pada batang tua, cabang atau ranting.

Bunga tanaman kakao memiliki tipe seks yang bersifat hermaphrodite, yakni pada setiap bunga mengandung benang sari dan putik. Jumlah bunganya dapat mencapai 5.000-12.000 setiap pohon per tahun, namuan yang matang hanya 1% saja. Penyerbukan bunganya dibantu oleh serangga Forcipomya sp.

Warna bunga kakao ini cukup khas untuk setiap kultivar. Tangkai bunganya kecil tetapi panjang (1-1,5 cm). Daun mahkotanya memiliki panjang sekitar 6-8 mm dan terdiri atas dua bagian. Bagian pangkalnya membentuk seperti kuku binatang (claw) dan memiliki dua garis merah.

    • Buah

Warna buah kakao cukup beragam, namun pada umumnya hanya ada dua macam warna. Buah kakao ketika muda akan berwarna hijau atau hijau agak putih dan jika sudah masak akan berwarna kuning. Sementara itu, ada pula buah yang ketika muda berwarna merah, setelah masak berwarna jingga (oranye).

Buah kakao yang masih muda disebut dengan cherelle, hingga tiga bulan pertama akan terjadi cherelle wilt, yakni gejala spesifik dari buah kakao yang disebut physiological effect thiming, yakni buah muda yang menjadi kering dan mengeras. Buah kakao yang berusia tiga bulan umumnya sudah tidak mengalami cherelle wilt, tetapi akan terus berkembang menjadi buah masak .

    • Biji

Biji kakao terdiri dalam lima baris mengelilingi poros buah. Biji buah berjumlah beragam, yaitu 20 – 50 butir per buah. Jika dipotong melintang, akan tampak bahwa biji disusun oleh dua kotiledon yang saling melipat. Sedangkan di bagian pangkalnya akan menempel pada poros lembaga (embryo axis). Warna kotiledon putih untuk tipe criollo dan ungu untuk tipe forastero.

Kandungan Gizi Buah Kakao

Biji kakao yang mentah memiliki rasa seperti dark chocolate, tetapi agak lebih pahit. Dalam 100 gram biji kakao yang telah dihaluskan mengandung berbagai zat gizi diantaranya:

Kalori  

228 gr

Lemak

14 gr

Kolesterol

0 mg

Natrium

21 mg

Karbohidrat

58 gr

Protein           

20 gr

Gula    

2 gr

Serat Makanan

33 gr

Kalsium

13 %

Zat Besi

77%

Manfaat kakao untuk kesehatan

Berikut ini adalah berbagai manfaat dari buah dan biji kakao untuk kesehatan dan kecantikan, diantaranya:

  1. Tinggi antioksidan

Bubuk kakao mengandung flavonoid sebagai bagian dari senyawa polifenol yang merupakan antioksidan alami. Senyawa polifenol ini banyak dikaitkan dengan beragam manfaat kesehatan. Mulai dari mengurangi peradangan, memperlancar aliran darah, menurunkan tekanan darah, hingga meningkatkan kadar kolesterol dan gula darah dalam tubuh.

  1. Mengurangi risiko serangan jantung dan stroke

Kandungan flavonoidnya yang tinggi, kakao dipercaya memperkecil resiko terjadinya serangan jantung dan stroke. Kandungan flavonoid akan berperan dalam meningkatkan oksida nitrat di dalam darah yang akan melebarkan arteri dan pembuluh darah dalam tubuh, sehingga aliran darah meningkat.

  1. Memperbaiki fungsi otak

Buah kokoa ini juga memiliki manfaat untuk menunjang berbagai fungsi otak. Kandungan senyawa polifenol dalam buah kakao dapat menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif dengan cara memperbaiki fungsi otak dan aliran darah dalam tubuh.

Senyawa polifenol mengalir bersama darah menuju ke otak dan melibatkan kerja biokimia sebagai penghasil neuron dan molekul penting guna menunjang fungsi otak. Selain itu, polifenol juga memengaruhi produksi nitrit oksida, yang akan melemaskan otot pembuluh darah dan meningkatkan suplai darah untuk otak.

  1. Membantu meringankan asma

Teobromin merupakan kandungan yang mirip dengan kafein. Senyawa ini umumnya membantu meringankan batuk terus-menerus akibat adanya sumbatan di jalur napas. Sementara itu, teofilin juga termasuk senyawa yang membantu paru-paru melebar. Ketika paru-paru melebar, otomatis jalan napas Anda pun tak lagi tersumbat. Selain itu, senyawa ini juga mampu mengurangi peradangan termasuk pada asma. Namun, memang dibutuhkan penelitian lanjutan untuk melihat efek kakao pada orang dengan asma.

  1. Melindungi tubuh dari kanker

Kandungan flavanol dalam kakao mampu melindungi tubuh dari penyakit kanker. Sebuah penelitian yang terdapat dalam Food and Chemical Toxicology menemukan bahwa biji coklat memiliki efek antioksidan dimana, senyawa ini mampu melindungi sel terhadap kerusakan molekul reaktif, melawan peradangan, menghambat pertumbuhan sel kanker, dan membantu mencegah penyebarannya.

Cara Tanam Tanaman Buah Kakao Lengkap

    1. Pemilihan Bibit/ biji Coklat

Untuk memilih biji coklat hal yang perlu dilakukan adalah memilih bibit unggul yang berkualitas baik serta layak tanam. Untuk mendapatkan bibit coklat atau biji coklat tanam, dapat diambil langsung dari buah coklat yang sudah tua atau membelinya di petani coklat yang memiliki pengalaman baik dalam bidang menanam coklat. Ciri-ciri biji coklat yang berkualitas baik adalah jika biji terlihat segar, tidak mengapung jika direndam dan tidak ada warna atau bintik hitam pada biji.

    1. Penyemaian Biji Coklat

Selanjutnya, lakukan penyemaian pada biji coklat dan siapkan terlebih dahulu polybag berukuran kecil, tanah serta pupuk dan air. Cara penyemaiannya ialah:

        • Siapkan campuran tanah, sekam, dan pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) dengan perbandingan 2:1:2.
        • Masukkanlah ke dalam polybag kecil sebanyak tiga per empat bagian saja.
        • Buat lubang kecil disetiap polibag
        • Masukkanlah biji coklat satu biji satu polibag kemudian tutup dengan campuran tanah hingga agak penuh.
        • Siram menggunakan semprotan agar lembab dan siramlah secara rutin dua kali sehari.
    1. Lahan Tanam Coklat

Untuk tanaman dengan pohon besar seperti kakao ini memang membutuhkan lahan tanam yang cukup luas. Jika harus menggunakan pot maka harus berukuran besar. Adapun kriteria lahan tanam yang tepat untuk menanam coklat :

      • Tanah lahan harus gembur dan memiliki banyak unsur hara dan mengandung sedikit tanah liat lempung.
      • Perhatikan kesuburan tanah, dengan mencampur tanah dengan pupuk dan air hingga tanah memiliki tekstur yang gembur dan subur.
      • Sebelumnya pastikan bahwa lahan tanam bersih dari rumput liar ataupun gula agar tanaman kakao dapat tumbuh subur nantinya.
    1. Penanaman Bibit Coklat

Setelah lahan tanam siap dan bibit mencapai umur 4 hingga 6 bulan, maka waktunya untuk menanam. Berikut cara menanam coklat :

        • Perhatikan bibit siap tanam yang memiliki kualitas baik.
        • Jika menanam di pot, sediakanlah pot dengan ukuran yang besar dan masukkan tanah campuran pupuk dan sekam hingga mencapai setengah bagian.
        • Buatlah lubang seukuran polybag dan sayat polibag dan lepaskan dari polybag.
        • Timbuh sengan tanah hingga agak penuh dan padatkan kemudian siram hingga kondisi tanah lembab.
  1. Perawatan Tanaman Coklat

Perawatan tanaman coklat cukup mudah, cukup dengan menyiram, melakukan penyiangan serta pemupukan pada tanaman coklat. Lakukan penyiraman sebanyak 1 hingga 2 kali setiap hari. Dalam menyiram tanaman coklat, anda hanya perlu memastikan bahwa tanaman coklat mendapatkan air yang cukup setiap harinya.

Penyiangan di tanaman coklat dapat dilakukan setiap 2 minggu sekali. Perhatikan pertumbuhan gulma dan tanaman liar sekitar pohon coklat dan cabutilah jika dirasa mengganggu pertumbuhan pohon coklat. Sembari melakukan penyiangan, bisa menambahkan sedikit pupuk ke dalam tanah lahan tanam.