Home » SBM » Lainnya » Jagung

Jagung

Jagung atau dengan nama latin Zea mays L. ini merupakan salah satu jenis tanaman yang juga merupakan bahan makanan pokok penduduk-penduduk dunia termasuk Amerika Tengah, selatan juga termasuk Indonesia. Selain sebagai makanan pokok manusia, Jagung juga biasa dijadikan sebagai bahan pakan ternak, sebagai minyak makan, tepung maizena bahkan dijadikan bahan di industri kosmetika serta farmasi.

Jenis, manfaat dan budidaya tanaman jagung
Tanaman Jagung

Klasifikasi Tanaman

Secara biologi, tanaman jagung (Zea mays L.) dalam sistematika tumbuh-tumbuhan memiliki klasifikasi menurut Warisno (2007) sebagai berikut :

Kingdom         

Plantae

Divisio                        

Spermatophyta

Class   

Monocotyledonae

Ordo   

Poales

Family            

Poaceae

Genus             

Zea

Species           

Zea mays L.

Morfologi Tanaman

Jagung merupakan tanaman satu musim (annual). Satu siklus hidup tanaman jagung ini diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus hidup tanaman jagung merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif. Susunan morfologi tanaman jagung terdiri dari akar, batang, daun, bunga, dan buah, penjelasannya sebagai berikut:

    • Akar

Sistem perakaran tanaman jagung terdiri dari 4 macam akar, yaitu akar utama, akar cabang, akar lateral, dan akar rambut. Sistem perakaran ini berfungsi sebagai alat untuk mengisap air dan garam-garam mineral yang ada dalam tanah, mengeluarkan zat organik dan senyawa yang tidak dibutuhkan dan alat pernapasan. Akar tanaman jagung termasuk dalam akar serabut yang panjangnya bisa mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian besar yang berada di kisaran 2 m. Pada tanaman yang cukup dewasa juga akan muncul akar adventif dari batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman.

    • Batang

Batang tanaman jagung tegak dan mudah terlihat seperti tanaman sorgum dan tebu, akan tetapi tidak seperti padi atau gadum. Batang tanaman jagung bentuknya beruas-ruas dengan jumlah ruas yang bervariasi antara 10-40 ruas. Tanaman jagung biasanya tidak bercabang. Panjang batang jagung umumnya berkisar sekitar 60-300 cm, tergantung pada tipe jagung. Batang jagung umumnya cukup kokoh tetapi tidak banyak mengandung lignin.

    • Daun

Daun jagung termasuk daun sempurna dimana bentuknya memanjang, dan di antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Pada permukaan daun sebagian ada yang licin dan ada juga yang berambut. Setiap stoma dikelilingi oleh sel-sel epidermis yang berbentuk kipas. Struktur ini berfungsi penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada sel-sel daun.

    • Bunga

Tanaman jagung mempunyai bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Setiap kuntum bunga mempunyai struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut dengan floret. Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. Bunga betinanya tersusun dalam tongkol yang tumbuh di antara batang dan pelepah daun. Biasanya, satu tanaman hanya bisa menghasilkan satu tongkol produktif meskipun memiliki beberapa bunga.

    • Buah

Buah jagung sendiri terdiri dari tongkol, biji dan daun pembungkus. Biji jagung memiliki bentuk, warna, juga kandungan endosperm yang bervariasi, bergantung pada jenisnya. Biasanya buah jagung tersusun dalam barisan yang melekat secara lurus atau berkelok-kelok dan berjumlah antara 8-20 baris biji.

Jenis Tanaman

Berdasarkan bijinya, tana,an jagung dapat digolongkan menjadi beberapa jenis. Berikut ialah berbagai jenis dari jagung berdasarkan bijinya:

    1. Jagung Tepung

Jagung tepung merupakan jenis jagung yang biasanya digunakan menjadi bahan baku dari tepung maizena. Selain untuk bahan dasar makanan, tepung maizena dari biji jagung tepung juga bisa menjadi pengganti dari tepung terigu dan tepung tapioka.

Biji dari jagung tepung mempunyai endosperma yang menghasilkan zat pati yaitu pati lunak. Bagian dari biji jagung tepung juga memiliki bagian yang disebut pati keras yang terdapat pada bagian sisi jagung yang tipis. Umumnya jagung dengan jenis jagung tepung biasanya ditanam di daerah Amerika Selatan terutama di Bolivia dan Peru.

    1. Jagung Manis

Jagung manis ialah jenis jagung yang paling banyak dikenal dan paling populer. Jagung jenis ini umumnya sering diolah menjadi jagung bakar atau dikonsumsi dengan cara dikukus. Rasa manis dari jagung manis sudah terbukti dan rasanya mampu menemani suasana yang dingin. Jagung manis juga mampu diolah menjadi berbagai makanan.

Bentuk dari biji jagung manis sendiri memiliki tekstur keriput dan transparan ketika memasuki usia matang. Kadar gula dari jagung ini pada saat belum matang lebih tinggi kandungannya dari pati. Jagung manis umumnya sering ditanam untuk dipanen ketika usianya masih masak susu atau masih muda.

    1. Jagung Mutiara

Jagung mutiara ialah salah satu jenis jagung yang memiliki memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Hal ini karena jagung jenis ini memiliki kandungan serat, zat besi, dan vitamin juga kandungan karbohidrat. Khasiat dari jagung mutiara juga mampu menyembuhkan penyakit seperti kolesterol.

Jagung mutiara mempunyai bulir yang tebal dan padat serta bentuk biji yang bulat. Tanaman ini juga sering ditanam oleh masyarakat Indonesia selain jenis jagung manis. Hal ini karena beberapa masyarakat Indonesia mempertimbangkan kualitas dari jagung mutiara yang bagus dan bisa diolah menjadi berbagai olahan.

    1. Jagung Berondong

Jagung berondong merupakan jenis jagung yang sering digunakan sebagai bahan untuk popcorn atau berondong jagung. Jenis jagung yang digunakan untuk popcorn ini mempunyai tekstur biji yang berbeda dari jagung yang lain. Bijinya bisa meletup jika dipanaskan. Perbandingan antara pati keras dan pati lunak dari jagung berondong lebih kecil jika dibandingkan dengan jenis jagung mutiara. Ukuran mengembang biji jagung berondong ini dapat mencapai 30 kali lebih besar dari ukuran awalnya.

    1. Jagung Ketan

Waxy corn ialah nama lain dari jagung ketan. Kandungan amilopektin yang ada pada jenis jagung ini sangat mendominasi endosperma dari jagung ketan. umumnya kandungan amilopektin pada jagung biasa berisi sekitar 70 persen dan sisanya ialah kandungan amilose. Jagung ketan ini umumnya tidak dijadikan sebagai bahan makanan tetapi dijadikan sebagai bahan perekat.

Syarat Tumbuh

    • Iklim

Suhu yang dikehendaki tanaman jagung adaah antara 21o C-30o C. Akan tetapi, untuk pertumbuhan yang baik bagi tanaman jagung khusunya jagung hibrida, suhu optimum adalah 23oC-27oC. Suhu yang terlalu tinggi dan kelembaban yang rendah dapat mengganggu peroses persarian. Jagung hibrida memerlukan air yang cukup untuk pertumbuhan, terutama saat berbunga dan pengisian biji. Curah hujan normal untuk pertumbuhan tanaman jagung adalah sekitar 250 mm/tahun sampai 2000 mm/tahun (Warisno, 2007).

Iklim yang dikehendaki oleh sebagian besar tanaman jagung adalah daerah-daerah beriklim sedang hingga daerah beriklim subtropis/tropis yang basah. Jagung dapat tumbuh di daerah yang terletak antara 0o -50o LU hingga 0o-40o LS. Jagung bisa ditanam di daerah dataran rendah sampai di daerah pegunungan yang memiliki ketinggian tempat antara 1000-1800 meter dari permukaan laut.

Waktu fase pembungaan dan pengisian biji tanaman jagung perlu mendapatkan cukup air. Pertumbuhan tanaman jagung sangat membutuhkan sinar matahari. Tanaman jagung yang ternaungi, pertumbuhannya akan terhambat dan memberikan hasil biji yang kurang baik bahkan tidak dapat membentuk buah (AAK, 1993).

    • Tanah

Tanah sebagai tempat tumbuh tanaman jagung harus mempunyai kandungan hara yang cukup. Tanah yang gembur, subur, dan kaya akan humus dapat memberi hasil yang baik. Drainase dan aerasi yang baik serta pengelolaan yang bagus akan membantu keberhasilan usaha pertanaman jagung. Jenis tanah yang dapat ditanami jagung adalah tanah andosol, tanah latosol, tanah grumosol, dan tanah berpasir (AAK, 2006).

Derajat keasaman tanah (pH) yang paling baik untuk tanaman jagung hibrida adalah 5,5-7,0. Pada pH netral, unsur-unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman jagung banyak tersedia di dalamnya. Tanah-tanah yang pH nya kurang dari 5,5 dianjurkan diberi pengapuran untuk menaikkan pH (Warisno, 2007).

Kandungan Gizi

Jagung merupakan tanaman yang mengandung banyak kandungan nutrisi baik. Biji Jagung yang utuh mengandung serat, vitamin, mineral dan antioksidan sehingga sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Berikut ini adalah kandungan gizi yang terdapat pada biji Jagung pada setiap 100 gramnya.

Kalori              

96 kcal

Karbohidrat

21g

Air      

73%

Protein           

3,4g

Gula                

4,5g

Serat   

2,4g

Lemak            

1,5g

Vitamin A       

13µg

Vitamin C

5,5mg

Vitamin D       

0µg

Vitamin E       

0,09mg

Vitamin K       

0,4µg

Vitamin B1 (Thiamine)                      

 0,09 mg

Vitamin B2 (Riboflavin)                     

0,06 mg

Vitamin B3 (Niacin)                           

1,68 mg

Vitamin B5 (Panthothenic acid)         

0,79 mg

Vitamin B6 (Pyridoxine)                     

0,14 mg

Vitamin B9 (Folat)                              

23µg

Vitamin B12                           

0µg

Kalsium                                              

3 mg

Zat Besi                                  

0,45 mg

Magnesium                                        

26 mg

Fosfor                                                 

77 mg

Potassium (Kalium)                            

218 mg

Sodium                                   

1 mg

Seng (Zinc)                                         

0,62 mg

Manfaat Bagi Kesehatan

Karena memiliki banyak kandungan nutrisi, jagung mempunyai berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh kita

    1. Mencegah Penyakit Alzheimer

Jagung memiliki kandungan Vitamin B1 atau Thiamine yang berperan penting agar otak dapat bekerja dengan normal sehingga mengurangi risiko penyakit Alzheimer. Penyakit Alzheimer sendiri ialah kondisi kelainan yang ditandai dengan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir dan berbicara.

    1. Meningkatkan Kesehatan Mata

Kernel atau tekstur biji jagung memiliki kandungan zat Karotenoid yang bisa mengurangi risiko degenerasi makula yakni penurunan penglihatan di pusat garis mata. Beta Karoten bisa membantu memproduksi Vitamin A sehingga mendukung penglihatan menjadi lebih baik.

    1. Mencegah Anemia

Jagung memiliki kandungan Zat Besi (Iron) yang merupakan mineral penting dalam pembentukan sel darah merah.  Kekurangan Zat Besi dalam tubuhjuga akan mengakibatkan Anemia atau kekurangan darah.

    1. Memperlancar Sistem Pencernaan

Jagung memiliki kandungan serat yang tinggi yang tidak larut dalam lemak sehingga dapat membantu mencegah sembelit dan masalah usus lainnya dengan melunakkan tinja sehingga dapat dengan mudah bergerak dalam usus.

    1. Menurunkan kadar Kolesterol

Jagung kaya akan Vitamin C, Karotenoid, Bioflavonoid sehingga dapat menjaga kesehatan jantung dengan mengendalikan kadar kolesterol serta memperlancar aliran darah dalam tubuh. Minyak Jagung mengandung zat Antiatherogenic yang bisa menurunkan kadar kolesterol dan menangkal radikal bebas.

    1. Merawat Kesehatan Kulit

Warna kuning dalam jagung ialah sumber beto-karoten yang membentuk Vitamin A sehingga sangat bermanfaat bagi kesehatan kulit. Vitamin C dan Likopen ialah antioksidan yang bisa mencegah kerusakan kulit yang dikarenakan oleh radiasi UV.

Budidaya Tanaman

Setelah mengenal klasifikasi, morfologi, jenis dan juga manfaat tanaman jagung, saat ini mari ketahui cara budidaya tanaman jagung. Maka dari itu, berikut ini adalah cara budidaya tanaman jagung dari menanam sampai panen.

    1. Mempersiapkan Benih

Langkah pertama, persiapkan benih tanaman jagung terlebih dahulu sebelum persiapkan yang lain. Pilihlah bibit jagung yang bagus dan berkualitas dan tentukan juga jenis jagung yang akan ditanam.

Untuk memilih benih, pilihlah bibit jagung dengan kualitas yang terjamin. Setiap daerah umumnya sudah tersedia bibit yang unggul, jadi pilihlah benih yang terbaik. Benih jagung umumnya sudah diberi perlakuan khusus dengan tujuan agar jagung bebas dari penyakit dan bisa tumbuh dengan mudah.

    1. Mempersiapkan Media Tanam

Langkah kedua, siapkan juga media tanam yang tepat untuk menanam tanaman jagung. Media tanam juga harus dipilih dengan baik agar jagung dapat tumbuh dan berbuah dengan sempurna. Tanah yang dibutuhkan untuk tanaman jagung harus mempunyai tekstur tanah yang gembur dan memiliki kandungan pH sekitar 5,5 hingga 7,5. Kemiringan tanah untuk tanaman jagung juga harus kurang dari 8 persen.

Selain tanah, lebih baik juga harus memperhatikan iklim dan ketinggian yang tepat. Jagung akan tumbuh subur di tanah dengan iklim tropis maupun subtropis dengan curah hujan yang ideal serta tidak dinaungi. Ketinggian tanah juga harus sesuai, yaitu sekitar 1000 hingga 1800 meter di atas permukaan laut.

    1. Menanam Jagung

Jika media tanam dan benih sudah dipersiapkan, tahap ini saatnya menanam jagung. Pastikan menanam jagung saat musim yang stabil, jagung akan matang umumnya pada bulan Mei hingga bulan Juli. Hal ini karena curah hujan berkurang. Untuk menanam tanaman jagung, lahan tanam harus ditaburi pupuk kompos atau bokasi sekitar 10 hingga 20 ton per hektar. Selanjutnya siram dengan pupuk semprot sebanyak 5 kilogram per hektar.

Olah tanah terlebih dahulu sebelum tanam dengan menggunakan metode bajak traktor dengan kedalaman sekitar 20 sampai 30 sentimeter. Hal ini bertujuan untuk membuat struktur tanah menjadi gembur dan menambah oksigen. Tanam jagung dengan jarak antar biji sekitar 20 sampai 25 sentimeter.

Setelah membuat lubang, masukkan benih dan tutup dengan menggunakan pupuk bokasi atau pupuk kompos. Selanjutnya siram dengan menggunakan pupuk semprot di bekas lubang tanam yang bertujuan agar jagung tumbuh lebih cepat dan terbebas dari penyakit.

    1. Merawat Dan Memanen Tanaman Jagung

Cara merawat tanaman jagung dapat dilakukan dengan penyulaman atau yang disebut penjarangan. Proses ini ialah proses mengganti tanaman yang sudah mati dengan bibit yang baru. Selain itu, tanaman jagung juga harus disiangi dan dibubuh agar lebih cepat matang. Selain itu lakukan pemupukan setiap sepuluh hari sekali dengan dosis dua gelas air mineral di bagian tanaman serta daerah perakaran. Pupuk kimia juga harus diberikan dalam kurun waktu 10, 20, dan 50 hari setelah tanam.

Lihat Keluar