Apa itu dividen? Dikalangan investor, deviden tentunya bukan istilah yang asing lagi. Deviden merupakan suatu kebijakan khusus dalam manajemen keuangan suatu perusahaan yang umumnya berhubungan dengan pemegang saham. Bisa juga jika dikatakan deviden merupakan salah satu sumber modal perusahaan.

Deviden memiliki fungsi yang sangat penting sehingga banyak perusahaan yang tidak mau memotong besaran deviden yang akan dibagikan. Hal ini karena jika tingkat deviden diturunkan maka perusahaan akan dianggap memiliki kondisi yang kuran baik sehingga investor enggan untuk menanamkan sahamya ke perusahaan tersebut. Hal ini merugikan perusahaan karena modal akan berkurang.

Pengertian Dividen Menurut Ahli

Selain dari definisi dividen yang telah disebutkan di atas, ada lagi pengertian dividen menurut para ahli yang dikemukakan berbeda-beda. Berikut adalah beerapa pengertian deviden secara umum oleh para ahli.

  • Stice et al (2004)

“Dividen merupakan pembagian yang diberikan oleh perusahaan dengan proporsional yang diberikan kepada pemilik saham sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki tiap-tiap investor.”

  • Skousen et al (2001)

“Dividen merupakan proses distribusi laba perusahaan secara proporsional dari perusahaan kepada pemilik saham yang disesuaikan dengan kepemilikan jumlah saham.”

Selain dari pengertian dari para ahli, deviden bisa juga diartikan sebagai keuntungan perusahaan yang ditentukan oleh direksi yang akan dibagikan kepada pemilik saham dimana pembayaran deviden ditentukan sesuai dengan jenis saham yang dimiliki. Deviden juga didefinisikan secara khusus yaitu diantaraya adalah:

  • Deviden merupakan hasil bagi pendapatan perusahaan yang secara langsung ataupun tidak dengan bentuk dan nama apapun.
  • Deviden adalah payback yang berasal dari jumlah likuidasi lebih besar dibanding jumlah modal yang ditanamkan.
  • Dividen adalah pembagian kelebihan atas saham atau bonus yang dijalankan tanpa melalui setoran.
  • Deviden ialah payback yang diberikan perusahaan kepada investor dari modal yang ditanamkan dan diberikan jika terdapat keuntungan perusahaan.
  • Deviden juga dikatakan sebagai bagian keuntungan yang berkaitan dengan kepemilikan obligasi.
  • Deviden dapat pula berupa profit Sharing atau SHU yang diterima setiap anggota (bila berbentuk koperasi)

Jenis Jenis Dividen

Pemberian deviden oleh perusahaan kepada pemilik sham berbeda-beda sesuai dengan jenis deviden yang dimilikinya. Beberapa jenis deviden yang perlu diketahui ialah.

  1. Dividen Kas.

Pada umumnya, deviden diberikan oleh perusahaan dalam bentuk kas. Hal penting yang perlu dicermati adalah keersediaan kas perusahaan ketika akan dibagikan deviden kas.

  1. Dividen Aktiva Selain Kas (Property Devidend)

Deviden diberikan oleh perusahaan kepada pemilik perusahaan dalam bentuk selain kas yaitu bisa berupa surat berharga perusahaan lain tetapi dipegang oleh perusahaan, produk dagang serta berbagai macam bentuk aktiva lainnya.

  1. Dividen Hutang

Deviden hutang adalah deviden yang berupa perjanjian hitam diatas putih yang berisi pernyataan untuk memberikan jumlah deviden tertentu kepada pemilik saham pada waktu yang akan datang yang diakibatkan saldo kas perusahaan tidak mencukupi apabila digunakan untuk pembagian deviden kas.

  1. Dividen Likuidasi

Deviden ini dibagikan dimana sebagiannya adalah pengembalian modal saham. Pembagian deviden likuidasi harus disertai informasi tentang jumlah pembagian keuntungan dan jumlah pengembalian modalnya sehingga pemilik saham dapat mengetahui perhitungan investasinya secara pasti.

  1. Dividen Saham

Deviden ini merupakan pembagian saham tambahan dengan tidak melakukan penambahan modal dan memiliki nilai yang sama meskipun jenis sahamnya bisa sama ataupun berbeda.

  1. Stock Right

Deviden ini berupa surat untuk membeli saham baru yang dikeluarkan oleh perusahaan dengan harga yang lebih murah dari harga saham sebelumnya.

Contoh Penghitungan Dividen

Cara perhitungan dividen sangat tergantung dengan kinerja perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Untuk menghitung deviden, paling tidak ada 3 komponen data yang harus diketahui terlebih dahulu, diantaranya adalah:

  1. Laba bersih perusahaan (EPS)
  2. Deviden Payout Ratio (DPR)
  3. Jumlah saham beredar (untuk perusahaan yang bukan go public)

Setelah mengetahui 3 hal tersebut diatas, selanjutnya perhitungan deviden dapat dilihat dalam contoh sebagai berikut:

Sebuah perusahaan memiliki 10.000.000 lembar saham mencetak keuntungan bersih sebesar Rp. 1.500.000.000. Kebijakan pembagian deviden perusahaam (DPR) adalah 30{943419068305581bc1bfab3d3276b89e32541cb0f1dbc67e842466c661bcc2e5} dari laba bersih dibagikan sebagai deviden.

 

Jadi penghitungan dividen perusahaan adalah sebagai berikut:

Deviden = Laba bersih x DPR = Rp 1.500.000.000 x 30{943419068305581bc1bfab3d3276b89e32541cb0f1dbc67e842466c661bcc2e5} =  Rp 450.000.000

Deviden per saham = Deviden / saham beredar = Rp 450.000.000 / 10.000.000 = Rp. 45 per lembar saham.

Kesimpulan

Deviden merupakan pembagian laba kepada pemiliki saham suatu perusahaan yang diberikan sesuai dengan jumlah lembar saham yang dimiliki. Pembagian deviden disesuaikan dengan jenis deviden yang dimiliki dan besaran deviden ditentukan oleh dewan direksi dan disahkan oleh RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).

Perhitungan deviden akan dibagian dengan nilai yang sama per lembarnya. Sedangkan yang diterima setiap investor berbeda berdasarkan jumlah yang dimilikinya. Demikianlah ulasan ringkas mengenai deviden. Semoga bermanfaat!!

Lihat juga:

Kategori: Pendidikan

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: