Home » SBM » Buah » Cara Budidaya Buah Naga di Pot dan di Halaman

Cara Budidaya Buah Naga di Pot dan di Halaman

Budidaya Buah Naga

Sebagai tanaman eksotik, buah naga pun ditanam di pot dan di halaman atau pekarangan sehingga tampil sebagai tanaman hias. Sangat memikat bila dihalaman rumah terdapat tanaman buah naga, baik yang ditanam langsung ditanah maupun di pot. Warna buahnya yang merah mengilap menjadi sangat menarik untuk dipandang.

Banyak penghobi tanaman hiaspun menanamnya sebagai penghias halaman rumah, tanaman buah naga pun dapat memberikan hasil buah untuk dinikmati  selakyaknya buah konsumsi. Sangat menyenangkan bila dari halaman rumah sendiri buah naga dapat dipetik  dan dinikmat. Buahnya dapat dipetik lebih dari 10 cabang.

Untuk mendapatkan tanaman yang eksotik sekaligus sebagai penghasil buah dari halaman sendiri, tentu penghobi harus mengetahui cara penanaman dan pemeliharaannya. Tanpa teknik penanaman dan pemeliharaan yang baik maka tanaman tidak akan menghasilkan buah.

Pohon buah naga dalam pot
cara budidaya buah naga

image via urusandunia.com

Penanaman di Pot

Hal yang membedakan antara pembudidayaan di pot dan di halaman rumah adalah penyediaan pot. Kelebihan penanaman di pto dibandingkan dengan penanaman dihalaman adalah lokasi atau penempatan pot dapat diatur sesuai keinginan. Adapun hal hal yang perlu dilakukan dalam pembudidayaan buah naga di pot adalah sebagai berikut:

  1. Penyediaan pot

Pot menjadi pokok dalam pembudidayaan buah naga di pot. Pot yang perlu disiapkan dapat berupa pot tanah liat, pot dari drum bekas, pot semen dan pot plastik. Dari beragam bahan pot ini, pot dari tanah liat merupakan pilihan terbaik karena suhu pada malam hari akan cepat mengalami perubahan.

Tanaman buah naga sangat menyukai perubahan suhu yang sangat drastis karena akan berpengaruh baik pada pembungaaan. Ukuran pot yang baik adalah berdiameter 40-50cm.

  1. Penyediaan tiang panjatan

Tiang panjatan merupakan tempat bibit atau tanaman bertumpu agar tidak roboh. Oleh karena itu, harus dipilih tiang panjatan yang sesuai. Berat tiangnya harus diperhatikan jangat sampai pot tidak mampu menahan beban tiang.

Tiang panjatan terbaut dari bahan besi beton berdiameter 8-10cm. Tinggi tiang 200cm. Bagian atas tiang sedikit mengambang dari alas pot. Pada bagian bawah tiang dibuatkan kaki kaki tiang yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran diameter alas pot. Kaki kaki tiang ini panjangnya 35cm. Kaki kaki tiang dibentuk seperti trapesium dengan ukuran alasnya 30cm.

Agar besi yang nantinya  akan terpendam di dalam media tidak mudah berkarat atau kropos, sebaiknya diberi pulasan aspal. Sementara ujung atas tiang dibuatkan piringan berdiameter 40cm yang bagian tengahnya di beri besi yang dipasang bersilang. Pada pertemuan silang besi ini diberi besi tegak lurus sepanjang 30cm yang nantinya akan dimasukkan pada bagian ujung tiang. Tiang panjatannya dapat diberi sabut kelapa yang diikatkan.

  1. Penyediaan Media Tanam

Setelah pot disediakan, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan media tanam. Bahan media tanam  tersebut adalah pasir, tanah, bubuk bata merah, pupuk kandang atau humus, dan kompos dengan perbandingan 2:1:2:3:1. Setelah bahan media disiapkan, semua bahan dicampur merata. Selanjutnya media dimasukkan dalam pot hingga ketinggian 80% dari tinggi pot. 

Pada media di setiap pot perlu ditambahkan dolomit sebanyak 100-150g. Jangan lupa media dan dolomit harus dicampur merata. Setelah itu, media pot diberi pupuk Hortigro 20g/pot, lalu disiram dengan air sehingga kondisinya menjadi jenuh. Media tanam yang sudah disiram air dibiarkan selama  sehari semalam sebelum siap ditanami.

  1. Penyediaan bibit

Bibit yang disiapkan untuk penanamn di pot tidak berbeda dengan bibit yang ditanam di kebut. Bibit tersebut harus baik, berukuran besar, kekar, sudah berwarna hijau tua keabua, sudah berakar, serta bebas hama dan penyakit. Panjang ideal bibit setek untuk penanaman di poet adalah 60cm

  1. Penanaman

Setelah bibit sudah tersedia serta media dalam pot sudah diberi perlakuan dan berada dalam keadaan agak kering, penanaman dapat dilakukan. Namun, terlebih dahulu medianya dibuatkan lubang tanam secukupnya dengan tugal. Diameter lubang tanam sekitar 6-8cm dan kedalam 10cm. Lubang tanam berada di sekitar tiang rambatan.

Setelah ditanam, media di sekitar bibit ditekan perlahan ke arah bibit agar berdirinya bibit menjadi kokoh. Tambahkan ajir dan ikat bibit pada ajir agar tidak mudah roboh. Setelah itu, permukaan media dibasahi sedikit dengan air, tetapi diusahakan air tidak mengenai pangkal batang.

Bila air langsung mengenai pangkal batang maka akan menjadi busuk pangkal batang. Pot beserta tanamannya perlu diletakkan di tempat atau lokasi yang terkena sinar matahari atau tidak ternaungi.

B. Penanaman di Halaman

Untuk pembudidayaan di halaman, pot tidak perlu disiapkan karena langsung ditanam ditanah. Adapun tahapan penanaman tanaman buah naga dihalaman adalah sebagai berikut:

  1. Pembuatan lubang tanam

Sebelum di tanam, perlu dibuatkan lubang tanam seperti pada penanaman dikebut. Ukuran lubangnya pun sama. Setelah lubang disiapkan, media tanam dapat dimasukkan dalam lubang tanam. Media tanam tersebut seperti pada media tanam untuk penanaman di pot.

Jangan lupa untuk menambahkan dolomit sebanyak 100-150g/lubang dan pupuk Hortigro sebanyak 20g/lubang tanam. Media tanam tersebut kemudian disiram dengan air hingga jenuh, lalu dibiarkan sampai agak kering.

Penanaman buah naga di halaman dapat dibuatkan beberapa lubang tanam. Jumlah lubang yang dibuat tergantung luas halaman yang tersedia. Perlu diperhatikan bahwa lokasi pembuatan lubang tanam ini harus berada di tempat yang tidak ternaungi dan mendapatkan cahaya matahari yang cukup.

  1. Sistem penanaman

Untuk penanaman di halaman ini dapat diterapkan beberapa macam bentuk atau sistem tanam, yaitu sistem tunggal maupun sistem kelompok. Pemilihan sistem tanam ini sangat dipengaruhi oleh luas areal yang tersedia untuk ditanami tanaman buah naga. Untuk halaman yang sempit, sangat dianjurkan untuk dipilih sistem tanam pagar.

Sementara untuk halaman yang cukup luas, sistem tunggal menjadi pilihan yang sangat tepat. Penjelasan mengenai kedua sistem ini dapat dilihat pada tulisan sebelumnya. Sistem pagar pun dapat diterapkan pada lahan yang berada di sisi tembok asalakan pencahayaan matarinya mencukupi.

  1. Penyediaan bibit

Penyediaan bibit untuk penanaman buah naga di halaman rumah tidak berbeda dengan penyediaan bibut untuk penanaman di pot. Perhatikan kriteria bibit yang baik agar diperoleh hasil penanaman yang memuaskan.

  1. Penanaman bibit.

Bibit dapat ditanam setelah kondisi medianya sudah menjadi agak kering atau setengah kering. Media dinyatakan sudah agak kering bila digemgam  oleh tangan dan dilepaskan kembali maka gumpalannya akan remah. Kedalaman bibt sekitar 10cm. Setelah itu, siram  air secukupnya, tetapi jangan sampai mengenai pangkal batangnya.

C. Pemeliharaan Tanaman

Tanaman tanpa pemeliharaan yang baik tidak akan menampilkan keindahan seperti yang diharapkan dari penanaman di pot dan dihalaman. Oleh karena itu, kegiatan pemeliharaan ini menjadi sangat penting agar tampilannya indah dan menarik untuk dinikmati.

Kegiatan pemeliharaan tanaman buah naga yang ditanam di pot dan dihalaman antara lain pemupukan, pemberian iar, dan pemangkasan. Pemangkasan diperlukan untuk membuang tunas cabang yang tidak diperlukan. Mengenai pemangkasan ini sudah dijelaskan pada tulisan sebelumnya. Sementara pemberian pupuk dan air pada tanaman yang ditanam di pot dan dihalaman secukupnya saja.

Pemupukan dapat diberikan dengan dua cara, yaitu tabur dan kocor, pemerian dengan sistem tabur dilakukan sebulan sekali, sedangkan sistem kocor diberikan seminggu sekali. Pada saat pemberian pupuk sistem kocor maupun tabur, keadaan tanah harus lembab. Keaadaan lembab ini harus dipertahankan selama seminggu, kemudian dilakukan penyiraman dengan air secukupnya.

Pemberian pupuk dengan sistem tabur dilakukan secara melingkar pada tanaman. Jarak pemberian pupuk dari pangkal batang tanaman 10-15cm. Pupuk tersebut dibenamkan di tanah sedalam 3cm, kemudian tutup kembali dengan tanah media. Pupuk yang dapat diberikan pada tanaman adalah pupk makro NPK 15:15:15 sebanyak 2-3 sendok teh per tanaman.

Selain pupuk makro, tanaman pun perlu diberikan pupuk mikro sebulan sekali, yaitu Multimicro atau Metalik. Konsentrasi pupuk mikro 4 cc/liter air. Dosis pupuk mikro sebanyak 3 liter larutan per tanaman.

Setelah tanaman  berumur enam bulan, jenis pupuk yang diberikan dapat diganti, baik untuk sistem tabur maupun sistem kocor. Pupuk untuk sistem tabur  dapat diberikan Kortigro Kuning sebanyak 0,5 sendok teh per tanaman. Sementara untuk sistem kocor, jenis pupuknya sama dengan sistem tabur, tetapi pupuknya  harus dilarukan dalam air sebanyak 3-4 liter. Larutan pupuk tersebut disiramkan ke media atau tanah.

Selain pupuk buatan, tanaman pun perlu diberikan kompos atau humus atau pupuk kandang kering sebanyak 3 kg yang sudah dicampur dengan pasir sebanyak 5kg.  penaburan kompos atau humus atau pupuk kandang ini dilakukan setahun dua kali. Ketinggian penaburannya cukup sekitar 2cm. Umumnya penaburan kompos atau humus  atau pupuk kandang dilakukan setelah tanaman berproduksi buah.

Selama melakukan pemeliharan ini, kegiatan yang harus diperhatikan adalah menjaga agar tanaman tidak roboh. Oleh karena itu, tanaman perlu diikat pada rambatan yang sudah disiapkan. Ikatan yang baik biasanya membentuk angka “8”. Ikatan jangan sampai terlalu kencang karena dapat merusakkan kulit cabang atau batang.

Pada saat tanaman mulai berbunga dan dijumpai adanya tunas bunga atau calon bunga pertama dan kedua maka kedua tunas bunga tersebt harus di pangkas atau dibuang. Bila dibiarkan maka buah yang nantinya akan terbentuk tidak sempurna. Tunas bunga yang dapat dipertahankan atau dipelihara adalah bunga ketiga karena umumnya akan mengahasilkan bentuk buah yang sempurna.

Pada saat tunas bunga atau bunga belum mekar, dapat dilakukan penyemprotan Nutrphos Super K (K 34%), demikian juga pada saat terbentuk calon buah  atau buah belum mekar. Penyemprotan tersebut  dilakukan masing masing dua kali dengan interval lima hari. Konsentrasi larutan 4g/liter air. Tujuan pemerian Nutraphos Super K ini adalah untuk mengokohkan kuntum bunga yang mekar sehingga dapat membentuk calon buah.

Pada saat pengembangan bunga dan buah, tanah harus dalam keadaan cukup lembab. Bila buah yang sudah mendekati ukuran berat 400g atau sudah berukuran diamter 25-28cm, harus dikurangi pemberian airnya, terutama bila buah tampak lambat atau berhenti membesar.

Biasanya buah tersebut sudah memiliki kulit merah mulai memera. Bila perrlu, air tidak lagi diberikan sampai buah menjadi matang. Penghentian pemberian air ini bertujuan untuk mencegah buah menjadi pecah dan daging buah menjadi cukup keras. Bila terlalu banyak air maka ketahanan buah berkurang dan menjadi lunak.

Hal menarik yang dapat diperoleh pada penanaman di pot dan di halaman ini adalah jumlah tanaman dapat diperbanyak melalui penanaman hasil pengkasan tunas cabangnya. Hasil pangkas tunas cabang berukuran 2-4cm dapat ditanam pada media campuran pasir dan pupuk kandang yang sudah seteril. Dengan cara ini maka akan diperoleh tambahan jumlah tanaman setiap selang waktu sebulan.[/spoiler]

Hama dan Penyakit Buah Naga

A. Hama

  1. Tungau

Tungan (Tetranychus sp.) menyerang kulit cabang sehingga jaringan klorofil pada permukaan kulit cabang berubah warna menjadi cokelat. Pengendaliannya dengna menyemprotkan Omite berkonsentrasi 1-2g/liter air. Penyemprotan Omite dilakukan tujuh hari sekali sebanyak 2-3 kali penyemprotan. Penyemprotan dilakukan pada bagian cabang atau batang.

  1. Kutu putih

Kutu putih atau mealybug menyerang tanaman buah naga sehingga permukaan kulit cabang berselaput kehitaman atau tanpak kotor. Mengendalikan hama ini cukup dengan menyemprotkan Kanon berkonsentrasi 1-2 cc/liter air.

Penyemprotan Omite dilakukan tujuh hari sekali dengan memperhatiakn jumlah tanaman yang terserang, umumnya hanya dua kali pengulangan. Penyemprotannya dilakukan terutama di sela sela tanaman yang ternaungi cabang lainnya

  1. Kutu batok

Kutu batok (Aspidiotus sp.) menyebabkan cabang tanaman buah naga berubah warna dari hijau menjadi kuning akibat cairan tanaman dihisap. Pengendaliannya dengan menggunakan insektisida sistemik (Kanon) tuju hari sekali. Dengan melihat keadaan tanaman yang terserang, penyemprotan Kanon umumnya dilakukan dua kali pada seluruh permukaan cabang secara merata.

  1. Kutu sisik

Keberadaan Kutu sisik (Pseudococcus sp) pada tanaman diperhatikan melalui percabangan tanaman yang tidak terkena sinar matahari langsung. Pada bagian tanaman tersebut sering dijumpai hama ini. selain itu, ditempat itu pula sering terdapat semut dan permukaan cabang menjadi kusam. Bagian tanaman yang terserang hama disemprot dengan Kanon 1-2 cc/Liter air tujuh hari sekali. Penyemprotan dilakukan dua kali secara merata pada bagian dalam dan di sela sela sulur tanaman

  1. Bekicot

Keberadaan hama bekicot di kebun buah naga sangat merugikan. Ini disebabkan tunas tanaman rusak karena digerogoti. Bahkan, terkadang tunas tersebut membusuk. Mengendalikan hama ini dengna sanitasi kebun. Keberhasilan kebun harus diperhatikan, terutama gulma harus disingkirkan. Gulma dikebun menjadi sarang hama ini untuk berkembang biak.

  1. Semut

Keberadaan semut pada tanaman buah naga mulai muncul kuntum bunga mengakibatkan kulit buah menjadi berbintik bintik. Bintik kasar berwarna cokelat. Jika serangan parah maka pentil buah akan menjadi kerdil dan mudah rontok. Namun, hal ini sangat sedikit dan jarang terjadi. Pengendalian hama dapat dilakukan dengan penyemprotan Gusadrin 2 cc per 1 L air

  1. Burung

Burung biasanya menyerang buah yang telah berwarna merah dan terletak bagian atas. Serangan hama ini biasanya tidak menimbulkan kerusakan yang parah, sehingga dapat diabaikan

B. PENYAKIT

Pada buah  nag memang tidak banyak jenis penyakit yang sering menyerang tanaman. Walaupun demikian, bila tanaman menampakkan gejala terinfeksi penyakit, segera di atasi agar tidak menyebar ke tanaman lain.

  1. Busuk pangkal batang

Di awal penanaman buah naga sering mengalami pembusukan pada pangkal batang, berwarna kecokelatan, dan terdapat bulu putih. Pembusukan tersebut umumnya diakibatkan oleh kelembapan tanah yang berlebihan sehingga muncul jamur penyebab penyakit ini, yaitu Sclerotium rolfsii Sacc.

Penyakit ini sering terjadi terutama pada bibit setek yang tidak bertangkai atau bentuk potongan maupun setek yang belum berakar.

Pengendaliannya cukup dengan penyemprotan Benlate 2 g/liter air atau Ridomil 2 g /liter 14 hari sekali selama sebulan atau hanya dua kali penyemprotan. Bila ada gejala pada pangkal batang, diutamakan pada bagian pangkal batang. Selain dengan penyemprotan, pemberian benlate atau Ridomil ini dilakukan dengan cara kocoran pada pangkal batang sebanyak 100-150 cc.

Akan lebih baik di lakukan tindakan pencegahan dibanding pengobatan atau pengendalian. Untuk itu, sebaiknya pada awal penanaman hingga tanaman berumur 30 hari dilakukan pengairan  yang disertai dengan penyemprotan fungsida dan Atonik di daerah pangkal batang hingga setinggi 40 cm. Konsentrasi larutan Atonik adalah 10 cc/ 15 liter air, sedangkan fungsida beruma Dhitane 30 g/15 liter air. Selain itu, lahan harus selalu dalam keadaan bersih.

  1. Busuk Bakteri

Penyakit busuk bakteri ini disebabkan oleh jamur Pseudomonas sp. gejala yang tampak dari serangan jamur ini adalah tanaman tampak layu, kusam, dan terdapat lendir putih kekuningan di batang yang berwarna  cokelat atau batang pokok. Pengendaliannya cukup dengan cara tanaman yang sakit dicabut, lalu dibuang bekas tanaman tersebut diberi Basamid dengan dosis 0,5-1 g dalam bentuk serbuk. Seminggu kemudian, lubang tersebut ditanami bibit baru.

  1. Fusarium

Penyakit ini disebabkan oleh Fusarium oxysporium Schl. Gejala serangannya antara lain cabang tanamn berkerut, layu, dan berwarna busuk cokelat. Bila ada tanaman yang menampakkan gejala tersebut, segera semprotkan dengan banlate berkonsentrasi 2g/liter air tujuh hari sekali hingga tiga kali penyemprotan. Penyemprotan dilakukan pada bagian cabang atau batang.