Home » Pendidikan » Buah Merah

Buah Merah

Mengenal Tanaman Buah Merah dari Papua

Pandanus Conoideus atau yang sering disebut dengan buah merah karena salah satu jenis tumbuhan pandan-pandanan yang termasuk buah tradisional dari daerah Papua. Di daerah Wamena, masyarakat menyebut buah ini dengan nama kuansu. Buah tradisional dari Papua ini tersebar di berbagai daerah, seperti Lembah Baliem, Wamena serta Pegunungan Arfak, Papua Barat. Di tempat asalnya, buah merah disajikan untuk makanan ketika pesta adat bakar batu.

Selain itu, buah asli papua ini juga dimanfaatkan untuk obat tradisional. Pasalnya, buah ini berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit, seperti penyakit mata, cacingan, penyakit kulit dan meningkatkan stamina.

Selain tumbuh di daerah Lembah Baliem dan Pegunungan Arfak, buah merah juga banyak tumbuh di daerah lain, seperti hutan pegunungan Jayawijaya, Nabire, Ayamaru, Manokwari, Sorong, Timika, dan Jayapura. Selain di daerah Papua, buah ini sebenarnya dapat ditemukan namun hanya di bagian utara Maluku dari wilayah pantai hingga pegunungan.

Ada lebih lebih dari 30 jenis atau kultivar buah merah. Tetapi secara garis besar, hanya empat kultivar yang kemudian banyak dikembangkan. Empat jenis buah merah tersebut adalah:

  • kultivar merah panjang
  • kultivar merah pendek
  • kultivar cokelat
  • kultivar kuning

Klasifikasi Tanaman  

Kingdom

Plantae

Divisi

Magnoliophyta

Kelas

Liliopsida

Ordo   

Pandanales

Famili 

Pandanaceae

Genus             

Pandanus

Spesies           

Pandanus Conoideus

Tanaman yang masih erat hubungan kekerabatannya dengan buah merah adalah tumbuhan pandan.

Morfologi Tanaman  

    1. Pohon

Pohon buah merah sangat mirip dengan pohon pandan. Perbedaannya hanya dilihat dari ketinggian pohon dimana buah merah tumbuh sampai 16 meter dan tinggi bebas, cabang sekitar 5-8 meter. Di bagian bawah pohon, memiliki akar tunjang di bagian permukaan pada batang dibawah buah.

Pohon buah merah ini tumbuh dengan cara bergerombol dengan kerapatan 12 hingga 30 pohon dalam satu rumpun. Sistem perakarannya bulat tunjang dengan ukuran 0,2 sampai 3,5 meter, berdiameter 6 hingga 20 cm, berwarna cokelat dan memiliki bercak putih, serta berduri.

    1. Daun

Daun buah merah memiliki bentuk lanset sungsang dengan warna hijau tua. Bagian ujung daunnya runcing, tepi daun berduri (tergantung jenisnya) dan di bagian pangkal daun memeluk batang.

    1. Bunga

Buah merah merupakan pohon sejenis pandan yang tidak memiliki perbungaan jantan. Sedangkan untuk perbungaan betina berupa bonggol yang berbentuk lonjong silinder. Seluruh bonggol ini terbungkus oleh braktea yang berwarna kekuningan dengan kepala putih pipih dan berbentuk agak lebar dan kehitam-hitaman.

    1. Buah

Sama seperti namanya, buah merah ini berwarna merah. Sedangkan bentuknya lonjong dan memiliki kuncup tertutup. Panjang buahnya bisa mencapai 96 cm hingga 102 cm dan berdiameter 15 hingga 20 cm. Satu buah merah ini umumnya memiliki bobot 7 sampai 8 kg.

Buah merah yang masih muda umumnya memiliki warna hijau dan setelah matang akan berubah warna menjadi merah terang. Namun ditemukan juga buah yang berwarna cokelat dan kekuningan. Buah merah yang matang melalui empat tahap perkembangan buah, yakni buah muda, agak matang, matang dan lewat matang.

Umumnya usia tumbuh pohon buah merah ini mencapai 10 tahun dan akan mulai berbuah pada umur 3 atau 4 tahun. Buah merah siap panen ketika berumur 3 hingga 4 bulan.

Kandungan Gizi Buah Merah

Kandungan buah merah ternyata mengandung komponen gizi dalam kadar tinggi, misalnya betakaroten, tokoferol, asam oleat, asam linoleat, dan asam linolenat. kandungan kimia minyak buah merah (Pandanus conoideus Lam.) yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat adalah sebagai berikut :

manfaat buah merah untuk kesehatan
buah merah yang sudah matang

Lipid

94,2 g

a-karoten

130 µg

Asam palmitat           

19,7%

β -karotene    

1.980 µg

Asam oleat     

64,9%

β -cryptoxanthin                    

1.460 µg

Asam linoleat 

8,6%

Vit E (a-tocopherol)

21,2 mg

karbohidrat

5,1 g

sodium           

3 mg

Manfaat Buah Merah Untuk kesehatan

Dengan kandungan-kandungan yang ada dalam buah merah, buah ini memiliki manfaat dan khasiat. Buah merah bisa dikonsumsi dengan cara diminum sari atau ekstraknya yang berupa minyak. Berikut adalah manfaat sari buah merah:

    • Mencegah Kanker

Kanker termasuk penyakit yang mematikan namun sebenarnya  dapat dicegah. Kandungan tokferol dan betakroten yang tinggi dalam buah merah ini membuat buah ini sangat direkomendasikan untuk mencegah penyakit kanker. Senyawa-senyawa tersebut termasuk antioksidan yang memiliki fungsi untuk mencegah pertumbuhan sel-sel kanker dan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.

    • Menurunkan kadar kolesterol jahat

Kadar kolesterol jahat atau lemak jahat dalam tubuh yang melebihi level normal akan mengakibatkan pada penipisan pembuluh darah di jantung, otak serta ginjal. Sari buah merah ini dapat menangkal penumpukan kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL) dalam darah.

    • Mengobati asam urat

Penyakit asam urat umumnya disebabkan hati yang memproduksi asam urat yang berlebihan. Sehingga, asam urat tertutup batu ginjal dan mengalir ke ujung-ujung jari dan kaki tangan. Hal inilah yang biasanya mengakibatkan rasa nyeri, ngilu, linu, kesemutan, bahkan dapat membengkak pada persendian.

    • Mengobati penyakit diabetes melitus

Diabetes melitus termasuk penyakit yang dikarenakan oleh tingginya kadar gula darah sehingga tubuh tidak menghasilkan insulin yang berguna untuk menjaga kadar gula darah tetap normal. Proses pemulihan diabetes ini dapat dibantu dengan ekstrak atau sari buah merah karena mengandung tokoferol yang akan meningkatkan kerja pankreas dalam pembuatan insulin menjadi lebih optimal.

    • Mencegah Penyakit Tulang Seperti Osteoporosis

Penelitian terbaru membuktikan bahwa terdapat 55.000 mg kalsium yang terkandung dalam sari buah merah per 100 gram. Maka dari itu, sari buah merah memiliki kalsium yang berlimpah dan dapat mencukupi kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh tulang. Selain itu, sari buah merah juga membantu menghindari osteoporosis.

Budidaya Tanaman  

    1. Syarat Tumbuh

Di habitat aslinya hutan Papua, buah merah ini dapat tumbuh di daerah dataran rendah dekat pantai hingga dataran tinggi hingga 2500 mdpl. Tumbuhan ini dapat beradaptasi dengan tanah yang kurang subur, keasaman tanah atau pH 4,3 hingga 5,3, naungan 0% sampai 15%. Di habitatnya, tanaman ini tumbuh secara bergerombol di daerah dekat aliran sungai. Suhu udara idealnya yaitu 23 hingga 33 derajat celcius dengan kelembaban 7% hingga 90%.

Tanaman asli papua ini tidak terlalu membutuhkan sinar matahari secara langsung. Maka dari itu, lahan tanam ini harus disesuaikan agar buah merah terlindung dari sinar matahari langsung. Tanah yang bagus untuk pertumbuhan buah merah asal papua ini adalah tanah lembap, gembur dan banyak humus.

    1. Persiapan Lahan Tanam

Persiapkan lahan tanam dengan cara dibersihkan dari gulma dan tanaman pengganggu lainnya. Tanah bisa digemburkan dengan cara melalukan pencangkulan sedalam 15 hingga 20 cm. Kemudian, dibuat petakan dengan ukuran 10 hingga 12 meter dengan parit 0,5 hingga 1 meter sebagai drainase.

    1. Persiapan Bibit

Untuk memperbanyak buah merah dapat dilakukan dengan cara stek tunas, stek batang serta biji.

        • Stek

 Pembibitan buah merah dengan cara stek tunas haruslah berasal dari batang tua dengan warna abu-abu. Panjang stek ini sekitar 40 cm hingga 50 cm dan memiliki diameter 2 cm hingga 3 cm. Antara batas pelepah daun hingga pangkal batang bidang pangkasan berukuran 15 cm.

Penanaman stek dilakukan di bedengan semai dengan jarak tanam 60 cm x 60 cm. Media semainya dapat berupa tanah topsoil yang dicampur dengan pupuk kandang atau kompos, dengan perbandingan 1 : 1.

Setelah stek ditanam, bedeng ditutup dengan shadingnet 60%-70%. Penyiraman sudah dapat dilakukan dua kali sehari yakni pagi dan sore. Daun stek buah mulai muncul ketika berumur 1 hingga 2 minggu. Setelah itu, 2 sampai 3 minggu selanjutnya memiliki daun 4-5 helai maka bibit sudah bisa dipindahkan ke dalam polybag.

Pilihlah tunas yang tingginya 15 hingga 20 cm. Setelah dipisah dari induk, tunas anakan selanjutnya ditanam pada bedengan dengan jarak tanam 50 cm x 50 cm atau 60 cm x 60 cm. Bibit dari anakan buah merah bisa dipindahkan ke lahan saat telah tumbuh dengan ketinggian 40 hingga 50 cm atau berumur sekitar 3 sampai 4 bulan.

        • Biji

Apabila bibit berasal dari biji, maka rendamlah biji buah merah selama 1 hari kemudian bungkus dengan kain basah 1 malam untuk memecah dormansi biji. Kemudian biji dapat disemai pada media ranah yang bercampur pasir (1 : 1) atau tanak dicampur komos (1 : 3).

Benih yang disebar pada media semai selanjutnya ditutup dengan pasir setebal 2 hingga 3 cm dan disiram secara rutin. Jika bibit yang telah berukuran 5 hingga 10 cm bisa dipindah ke polybag yang berisi campuran topsoil dan pupuk kandang atau kompos, dengan perbandingan 1 :1. Selanjutnya bibit dapat dipindahkan pada lahan tanam hingga mencapai ketinggian 35 hingga 40 cm dan berdiameter 2 cm.

    1. Penanaman

Jarak tanam bibit buah merah di lahan tanam yaitu 6 x 6 m atau 8 x 8 m. Di setiap petak bisa ditanam dua baris tanaman. Lubang tanam umumnya berukuran 50 x 50 x 50 cm. Agar tanah subur dan mendapatkan cukup nutrisi, maka tanah bekas galian dapat dicampur dengan pupuk kandang atau kompos sekitar 20 hingga 30 kg per lubang tanam. Bibit buah merah ditanam dan dibenamkan sebatas leher akar.

    1. Pemeliharaan Tanaman

Buah merah sebenarnya tidak memerlukan pupuk kimia karena tanaman ini dapat mencukupi kebutuhan unsur haranya hanya dengan pupuk kompos atau pupuk kandang yang diberikan 2 sampai 3 kali setiap tahun.

Lakukan saja pemangkasan jika tinggi tanaman sudah mencapai 1 atau 2 meter. Pohon pelindung juga bisa dikontrol pertumbuhannya, jika terlalu rimbun mala pangkaslah. Pemeliharaan yang baik dapat mempercepat percabangan tanaman, yakni sekitar 2 tahun kemudian disusul berbuah 6 bulan kemudian.

    1. Masa Panen dan Pasca Panen

Dalam satu tahun, buah merah bisa dipanen 2 hingga 3 kali dan mencapai produksi optimal ketika tanaman berumur 10 sampai 15 tahun, yaitu berbuah 4 hingga 5 buah per pohon. Ciri buah merah yang sudah bisa dipanen adalah jika daun-daun yang membungkus buah mulai terbuka. Setelah buah dipanen, maka segeralah di olah karena dalam waktu 3 hingga 4 hari buah akan membusuk dan berjamur.