Bawang Bombay

Bawang bombay atau tanaman dengan nama latin Allium Ascalonicum ini biasa digunakan dalam memasak makanan di Indonesia. Bukan hanya digunakan sebagai hiasan namun juga bagian dari masakan karena bentuknya yang besar dan memiliki daging tebal menjadikan makanan lebih sedap. Disebut sebagai bawang bombay karena dibawa oleh pedagang-pedagang yang konon berasal dari kota Bombay (Mumbai sekarang) di India ke Indonesia (Permadi,1995).

Uraian Tanaman Bawang Bombay

Bawang bombay memiliki aroma yang khas jika dibanding dengan bawang merah biasa meskipun umbinya terbentuk dari lapisan-lapisan daun yang kemudian membesar dan bersatu. Akarnya termasuk akar serabut dan tidak terlalu panjang (±10cm), sedangkan daunnya bebentuk seperti pipa tetapi bentuknya pipih berwarna hijau tua dan berukuran lebih besar jika dibandingkan daun bawang merah biasa. Batangnya merupakan  pelepah daun dan menimbulkan jejak cincin-cincin. Pangkal pelepahnya akan melebar dan menebal membentuk bengkakan yang besar berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan, bengkakan itu sendiri ialah umbi bawang.

Bagian pangkal umbi terdapat batang rudimenter bentuknya seperti cakram merupakan bawang yang sebenarnya. Bunganya tergolong bunga majemuk dan berbentuk lingkaran bulat dengan tangkai bunga besar, yang kuat serta besar di bagian bawah. Pada ujung tangkai bunga terkadang membentuk umbi-umbi kecil yang bisa juga dimanfaatkan sebagai bibit.

Bawang bombay cocok ditanam di daerah pegunungan dengan suhu berkisar 18-20°C. Penyinaran sinar matahai cukup panjang hingga 14 jam sehari agar tanaman dapat tumbuh subur. Ketinggian tempatnya ideal yakni 800 meter di atas permukaan laut (dpl). Meskipun ada yang mengatakan ketinggiannya harus di atas 2000 m dpl. Tanah gembur mempunyai tingkat keasaman antara pH 5,5-6,5 dengan drainase yang baik menjadi syarat wajib agar supaya tidak membuat umbi bawang membusuk karena terendam air.

Taksonomi

Bawang bombay biasa digunakan sebagai bahan memasak makanan di Indonesia. Para ahli botani memasukkan tanaman ini ke dalam keluarga Liliaceae, dengan kedudukan taksonomi sebagai berikut:

cara budidaya bawang bombay

Kingdom

Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom

Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi

Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi

Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

Liliopsida (berkeping satu / monokotil)

Sub Kelas

Liliidae

Ordo

Liliales

Famili

Liliaceae (suku bawang-bawangan)

Genus

Allium

Spesies

Allium ascalonicum Hort

Bawang bombay mempunyai berbagai manfaat pengobatan. Penemuan ini berasal dari penghuni awal benua Amerika yang menggunakan bawang bombay liar untuk mengobati pilek, batuk dan asma serta untuk mengusir serangga. Sedangkan dalam pengobatan China, bawang bombay digunakan untuk mengobati radang tenggorokan, batuk, infeksi bakteri dan masalah pada pernapasan.

Selain itu, ekstrak bawang bombay yang diakui oleh WHO bermanfaat membatu pengobatan batuk dan pilek, asma serta bronkitis. Bawang bombay dikenal bisa mengurangi kejang saluran pernapasan dan dapat mengurangi sesak napas akibat alergi pada pasien asma. Bawang bombay adalah tanaman yang sangat kaya frukto-oligosakarida dimana dapat merangsang pertumbuhan bakteri sehat sehat bifido dan menekan pertumbuhan bakteri berbahaya dalam usus besar(Jaelani, 2007).

Morfologi Tanaman  

Variasi morfologi sangat besar terutama pada bentuk daun seperti pipa, warna daun hijau muda, bentuk irisan daun seperti lingkaran. Bibit yang lazim dipakai adalah dari umbi. Dipilih umbi yang berasal dari tanaman yang sehat,  subur dan cukup tua. Ukuran umbi kecil-kecil, diameter umbi 3-4 cm, jumlah umbi sangat banyak. Cita rasa pedas, kadar eteris tinggi, sifat lainnya mudah berbunga (Wibowo, 1999).

Bawang bombay merupakan tanaman berumbi lapis yang tumbuh merumpun setinggi 40-70 cm. Sistem perakarannya serabut dan dangkal, bercabang dan terpencar, serta dapat menembus ke dalam tanah hingga kedalaman 15-30 cm. Bawang bombay memiliki umbi lapis yang cukup bervariasi. Ada yang bentuknya bulat, ada juga yang bundar seperti gasing terbalik sampai pipih. Ukurannya pun berbeda-beda ada yang besar, sedang, dan kecil.

Pangkal daunnya dapat berubah fungsi seperti menjadi umbi lapis. Akar tanaman bombay terdiri dari akar pokok yang berfungsi sebagai tempat tumbuh akar adventif dan bulu akar yang berfungsi untuk menopang berdirinya tanaman serta menyerap air dan zat-zat hara dari dalam tanah. Akar dapat tumbuh hingga kedalaman 30 cm, berwarna putih dan jika diremas berbau menyengat seperti bawang merah.

Daun bawang bombay memiliki  daun dengan bertangkai relative pendek, berbentuk bulat mirip pipa, berlubang, memiliki panjang lebih dari 45 cm, dan meruncing pada bagian ujungnya. Daunnya berwarna hijau tua dan hijau muda, tergantung parietasnya. Ketika tua, daun akan menguning, tidak lagi setegak daun yang masih muda, dan kemudian mengering dimulai dari bagian bawah tanaman.

Sedangkan Bunganya merupakan bunga majemuk yang berbentuk tandan bertangkai dengan 50–200 kuntum bunga. Pada ujung dan pangkal tangkai semakin mengecil dan dibagian tengah menggembung, bentuknya seperti pipa yang berlubang di dalamnya. Tangkai tandan bunga bawang bombay sangat panjang, lebih tinggi dari daunnya sendiri dan mencapai 30–50 cm. Memiiliki kuntum bertangkai tetapi pendek, antara 0,2-0,6 cm.

Kandungan Nutrisi  

Dalam 100 gram bawang bombay memiliki kandungan nutrisi diantaranya:

Air      

87.5 gram

Energi             

43 kal

Protein                       

1,4 gram

Karbohidrat    

10,3 gram

Serat               

2 gram

Lemak            

0,2 gram

Natrium          

12 mg

Kalium            

9,6 mg

Kalsium          

32 mg

Vitamin C       

9 mg

Besi                

0,5 mg

Zink                

0,3 mg

Vitamin B2     

0,21 mcg (mikrogram)

Karoten total  

50 mcg

Berdasarkan kandungan gizi diatas, bawang bombay termasuk bahan makanan yang memiliki banyak nutrisi. Bawang bombay termasuk rendah kalori tetapi tinggi akan vitamin, mineral, dan senyawa antioksidan di dalamnya.

Manfaat Untuk Kesehatan

    1. Kesehatan jantung

Bawang bombay memiliki kandungan kalium yang dikenal sangat bagus untuk menurunkan tekanan darah. Manfaat ketika tekanan darah turun ialah dapat mencegah terjadinya penyakit jantung dan serangan jantung.

Selain itu, bawang bombay mengandung quercetin dimana termasuk salah satu jenis flavonoid dalam bawang bombay yang membantu kalium dalam menjaga tekanan darah dan meningkatkan kesehatan jantung secara keseluruhan.

    1. Mencegah terjadinya kanker

Bawang bombay termasuk ke dalam kelompok sayuran allium dimana memiliki keutamaan mencegah kanker khususnya kanker perut dan kolorektal (usus besar) karena senyawa organosulfur yang ada di dalamnya yang sangat tinggi. Mekanisme bekerjanya ialah organosulfur ini akan menghambat pertumbuhan sel kanker, namun pada dasarnya senyawa ini berperan penting mencegah pembentukan radikal bebas dalam tubuh.

Selain itu, bawang bombay juga menjadi sumber antioksidan dari vitamin C yang sangat tinggi. Manfaatnya ialah memiliki kekuatan untuk menangkal radikal bebas yang dapat memicu kanker. Selain itu, bawang bombay juga dikenal dengan kandungan quercetinnya. Quercetin merupakan agen anti kanker yang kuat.

Bawang bombay juga bisa membantu menangani efek samping dari pengobatan kanker. Sebuah studi tahun 2016 dalam Integrative Cancer Therapies menemukan bahwa mengonsumsi bawang bombay segar bisa membantu mengurangi terjadinya resistensi insulin dan hiperglikemia pada pasien kanker payudara yang sedang menempuh kemoterapi.

    1. Menguatkan kekebalan tubuh

Karena kandungan antioksidannya yang tinggi, serta polifenol yang juga berperan sebagai antioksidan maka bawang bombay sangat bermanfaat untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Polifenol akan melindungi tubuh dari radikal bebas dan mendorong sistem kekebalan tubuh menjadi semakin kuat.

Selain itu, kandungan quercetin pada bawang juga dapat membantu mengurangi reaksi alergi dengan menghentikan tubuh untuk memproduksi histamin, yang membuat Anda bersin, menangani, dan gatal.

    1. Menjaga fungsi sistem pencernaan

Serat dalam bawang bombay membuat kerja sistem pencernaan berfungsi dengan baik. Bawang bombay mengandung jenis serat khusus, yaitu serat larut yang disebut dengan oligofructose. Serat ini berfungsi mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus dan membantu mencegah dan mengobati diare.

    1. Menjaga kadar gula darah

Kandungan kromium yang ada dalam bawang bombay mempunyai peran membantu mengatur kadar gula darah dalam tubuh. Sedangkan sulfur dalam bawang bombay membantu menurunkan gula darah dan memicu peningkatan produksi insulin.

Cara Menanam Bawang Bombay di Rumah

Karena berbagai kandungan dan manfaat dalam maka bawang bombay termasuk komoditas pertanian dengan nilai ekonomi tinggi. Bawang bombay saat ini mulai dibudidayakan secara banyak untuk dijual. Hal ini karena penanaman bawang bombay yang cukup mudah dan bahkan bisa ditanam dan dibudayakan di rumah.

Berikut cara menanam bawang bombay yang mudah di rumah.

    1. Persiapan Lahan

Pertama, sebelum menanam bawang bombay ialah mempersiapkan lahan yang dibutuhkan untuk menanam. Tanaman bawang bombay akan tumbuh dengan baik jika berada di area bersuhu sekitar 18° – 20°C. Daerah pegunungan ialah lokasi terbaik untuk tumbuh bawang bombay. Meskipun begitu, bisa juga menanam bawang bombay di dataran rendah namun tidak bisa optimal. Lahan untuk menanam bawang bombay ialah sebagai berikut :

        • Minimal 200m diatas permukaan laut
        • Terpapar sinar matahari langsung minimal 10 jam dalam sehari
        • Memiliki cukup kandungan unsur hara
        • Tanah gembur
        • Memiliki tingkat keasaman tanah (pH) sekitar 5,5-7,5
        • Dekat dengan sumber air
        • Setelah ditemukan lahan tanam yang cocok maka lakukan penyiangan dari tanaman yang mengganggu sinar matahari.
    1. Penggemburan Tanah

Penggemburan tanah bertujuan untuk meratakan kandungan unsur hara yang ada dalam tanah. Selain itu tanah gembur akan lebih mudah dalam perakaran tanaman. Untuk menggemburkan tanah, bisa menggunakan cangkul atau mesin bajak yang modern. Setelah seluruh tanah gembur, maka lahan tanam siap untuk ditanam.

    1. Pemberian Pupuk Dasar

Pemberian pupuk dasar memiliki tujuan untuk menjaga suplai unsur hara dalam tanah tetap tercukupi ketika masa pertumbuhan bawang bombay hingga panen. Pupuk dasar yang digunakan lebih baik jika pupuk organik seperti pupuk kompos, pupuk kandang maupun pupuk organik butiran yang banyak dijual di toko pertanian.

Cara pemberian pupuk dasarnya adalah sebagai berikut :

        • Gali tanah sedalam 20 cm dan memanjang membentuk alur alur tanam
        • Taburkan pupuk organik disepanjang alur lubang
        • Campurlah secara merata dengan cara mencacahnya agar tercampur dengan tanah.
        • Tutuplah lubang dan tinggikan tanah diatasnya membentuk bedengan
        • Bedengan untuk tanaman bawang bombay tidak perlu dilapisi plastik mulsa agar suhu tanah tetap dingin dan segar.
        • Buatlah bedengan dengan lebar 80 cm dan tinggi 15-20 cm.
        • Jika sudah selesai menutup pupuk, maka bisa dilakukan pembibitan.
    1. Pembibitan Bawang Bombay

Pembibitan bawang bombay dilakukan melalui cara generatif umbi. Caranya melalui beberapa tahapan sebagai berikut :

Pemilihan Bibit Uggul

Caranya ialah :

        • Cari bawang bombay yang berukuran besar yang bentuknya sempurna tidak cacat atau busuk.
        • Usahakan diperoleh dari tanaman unggul dan sehat
        • Kumpulkan sebanyak mungkin bawang bombay dan sesuai ukuran lahan umumnya tiap 1 hektar bisa sekitar 90.000 bibit
        • Cucilah hingga bersih dan simpan pada tempat lembab dan teduh selama 2-3 minggu hingga terlihat muncul tunas.

Penyemaian bibit bisa dilakukan dengan cara:

        • Siapkan tanah humus yang gembur
        • Tanah humus yang disiapkan kemudian ditampung pada polybag kotak yang besar dan bersekat-sekat. Bisa juga menyiapkan sedikit lahan tanah gembur jika tidak menggunakan polybag.
        • Umbi bawang bombay yang tumbuh tunasnya kemudian ditanam pada polybag dengan kedalaman 2-3 cm. Pastikan tunasnya diatas.
        • Sirami tanah dalam polybag dan tunggulah hingga tunasnya tumbuh sekitar 5-10 cm
        • Setelah tunas bawang bombay tumbuh, maka bibit bawang bombay siap dipindahkan ke bedengan.
    1. Penanaman Bibit ke Bedengan

Jika bibit bawang bombay sudah cukup umur maka dapat dipindahkan ke bedengan. Cara menanamnya ialah:

        • Buatlah lubang tanam pada bedengan dengan jarak sekitar 20 x 20 cm.
        • Tanam bibit bawang bombay di masing-masing lubang.
        • Usahakanlah lakukan pada sore hari agar tanaman tidak layu terkena terik siang hari.
        • Siramlah segera bibit yang baru ditanam
        • Lakukan penyulaman pada 1 minggu pertama, dengan tujuan untuk menyamaratakan start pertumbuhan tanaman bawang bombay.
    1. Perawatan Tanaman Bawang Bombay

Perawatan tanaman bawang bombay bisa dilakukan dengan cara yaitu:

Penyiraman

Penyiraman bertujuan menjaga suplai air pada tanaman. Bawang bombay yang kekurangan air akan berukuran umbi lebih kecil. Lakukan penyiraman secukupnya saja yakni dengan memastikan tanah bedengan basah. Untuk mempercepat proses penyiraman, bisa dilakukan penyiraman dengan bantuan mesin pompa air. Saat musim kemarau juga bisa menggunakan gembor untuk menyiram daun bawang tersebut

    1. Panen Bawang Bombay

Bawang bombay bisa mulai dipanen ketika berumur 4-5 bulan setelah tanam. Cara memanen bawang bombay yang benar ialah sebagai berikut:

        • Gali tanah pada sekitar umbi bawang, kemudian cabutlah hati-hati agar umbi bawang tercabut utuh.
        • Selanjutnya, bersihkan tanah yang menempel di umbi bawang.
        • Simpanlah bawang ditempat kering nan sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung.
        • Lebih baik bawang disimpan dengan cara digantung agar umbi bawang tidak tumbuh lagi.
        • Bawang bombay ini tergolong umbi yang tahan lama untuk disimpan selayaknya bawang merah dan bawang putih. Maka dari itu bisa dilakukan penyimpanan sementara sambil menunggu harga naik.

Lihat juga:

Bawang Daun Bawang Merah
Tanaman Organik Tanaman Hidroponik