Home » Pendidikan » Audit

Audit

Pada umumnya, pemeriksaan atau auditing dilakukan pada laporan keuangan atau catatan pembukuan, maupun bukti pendukung yang dibuat oleh manajemen suatu perusahaan. Proses auditing ini dilakukan oleh auditor, yakni seseorang yang memiliki kompetensi untuk melakukan audit dan bersifat independen.

Pengertian Audit

Audit merupakan aktivitas pengumpulan dan pemeriksaan bukti yang terkait pada suatu informasi untuk menentukan dan membuat laporan mengenai tingkat kesesuaian antara informasi dengan kriteria yang ditetapkan. Selain pengertian tersebut, beberapa ahli juga mendefinisikan kata audit berbeda-beda, diantaranya:

  • Mulyadi (2010:9)

Pengertian audit secara umum adalah suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif berupa pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi, yang bertujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya, serta penyampaian hasilnya kepada yang berkepentingan.

  • Arens et al (2010:4)

Auditing is the accumulation and evaluation of evidence about information to determine and report on the degree of correspondence between the information and established criteria. Auditing should be done by a competent, independent person.

Artinya, Audit ialah pengumpulan serta evaluasi bukti tentang informasi yang bertujuan menentukan dan melaporkan derajat kesesuaian antara informasi tersebut dan kriteria yang sudah ditetapkan. Auditing harus dilakukan oleh seseorang yang berkompeten, independen dan berintegritas.

  • William F.Meisser, Jr

Pengertian audit ialah suatu proses yang sistematik dengan tujuan mengevaluasi bukti mengenai tindakan dan kejadian ekonomi yang bertujuan untuk memastikan tingkat kesesuaian antara penugasan dan kriteria yang telah ditetapkan, selanjutnya hasil dari penugasan tersebut dikomunikasikan kepada pihak pengguna yang berkepentingan.

  • Pernyataan Standar Audit Keuangan (PSAK)

Sedangkan menurut PSAK, audit memiliki pengertian sebagai suatu proses sistematik yang bertujuan untuk mengevaluasi bukti yang dikumpulkan atas pernyataan atau asersi mengenai berbagai aksi ekonomi, kejadian dan melihat tingkat hubungan antara suatu pernyataan atau asersi dengan kenyataan, serta mengomunikasikan hasilnya kepada pihak yang berkepentingan.

Dari pengertian tersebut diatas, bisa disimpulkan bahwa audit ialah menyangkut beberapa hal diantaranya:

  1. Dalam audit dilakukan tindakan-tindakan seperti menyimpulkan (accumulate), mengevaluasi (evaluate), menentukan (determine), serta melaporkan (report).

  2. Informasi yang bisa diukur dan kriteria yang telah ditetapkan syarat dalam melakukan pemeriksaan ialah informasi yang terpercaya dan dapat dibuktikan kebenarannya. Informasi tersebut juga merupakan kriteria standar yang bisa digunakan oleh auditor sebagai patokan dalam mengevaluasi informasi-informasi tersebut.
  3. Untuk mewujudkan tujuan audit, auditor harus memiliki bukti dengan kualitas dan jumlah yang cukup. Bukti (evidence) merupakan semua informasi yang digunakan auditor dalam menentukan apakah informasi yang diaudit dinyatakan sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan.
  4. Pengumpulan dan pengevaluasian bukti, ialah adanya bukti-bukti yang memadai baik jumlah maupun menu sangatlah diperlukan untuk menentukan kegiatan audit. Bahan bukti sendiri dapat terdiri dari berbagai bentuk yang berbeda termasuk peringatan lisan dari pihak yang diaudit (klien).
  5. Auditor harus bersifat independen dan kompeten, independen atinya bebas dari pengaruh-pengaruh hingga batas-batas tertentu dari pihak manapun. Sedangkan kompeten artinya auditor harus memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup agar bisa memahami kriteria-kriteria yang dipergunakan.
  6. Pelaporan, Pelaporan hasil audit ini harus dapat memberikan informasi mengenai kesesuaian informasi yang diperiksa dengan kriteria yang telah ditetapkan

Tujuan Audit

Secara umum tujuan dilakukannya audit ialah untuk memverifikasi subjek dari audit apakah telah sesuai dengan regulasi, standar serta metode yang disetujui oleh perusahaan. Namun selain tujuan tersebut, dilakukannya audit memiliki tujuan-tujuan tertentu lainnya, diantaranya ialah:

  1. Memastikan Kelengkapan (Completeness)

Audit dilakukan bertujuan untuk memastikan bahwa semua transaksi yang terjadi di suatu perusahaan telah dicatat atau dimasukkan ke dalam jurnal dengan segala kelengkapannya. Karena kelengkapan transaksi sangat penting sebagai bukti transaksi.

  1. Memastikan Ketepatan (Accuracy)

Dilakukannya audit juga bertujuan untuk memastikan bahwa semua transaksi dan saldo perkiraan telah di dokumentasikan dengan baik, dihitung dengan benar, jumlahnya tepat, dan diklasifikasikan berdasarkan jenis transaksi. Audit diperlukan untuk memastikan apa yang telah disusun sudah tepat dengan transaksi yang terjadi sebenarnya.

  1. Memastikan Eksistensi (Existence)

Dengan dilakukannya audit maka pencatatan baik harta dan kewajiban memiliki eksistensi yang sesuai dengan tanggal tertentu. Atau bisa dikatakan bahwa semua transaksi yang dicatat harus sesuai dengan kejadian yang sebenarnya.

  1. Membuat Penilaian (Valuation)

Dilakukannya audit juga bertujuan untuk memastikan bahwa semua prinsip akuntansi yang berlaku secara umum telah dilakukan dengan benar. Audit dilakukan untuk membuat penilaian apakah laporan sudah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.

  1. Membuat Klasifikasi (Classification)

Yang dimaksud dengan membuat klasifikasi ialah audit yang dilakukan untuk memastikan bahwa semua transaksi yang tercatat dalam jurnal diklasifikasikan sesuai jenis transaksinya. Hal ini karena setiap transaksi harus digolongkan sesuai jenisnya.

  1. Memastikan Ketepatan (Accuracy)

Audit dilakukan juga memiliki tujuan memastikan bahwa pencatatan setiap transaksi dilakukan sesuai tanggal terjadinya, rincian dalam saldo akun harus sesuai dengan angka yang ada di buku besar, serta penjumlahan saldo dilakukan dengan benar dan tepat.

  1. Membuat Pisah Batas (Cut-Off)

Kegiatan audit juga untuk memastikan bahwa semua transaksi yang harus dipisah atau diberi batas tanggal neraca dan dicatat dalam periode yang sesuai. Jadi, pencatatan transaksi pada akhir periode akuntansi lebih mudah.

  1. Membuat Pengungkapan(Disclosure)

Audit juga memiliki tujuan untuk memastikan bahwa saldo akun dan persyaratan pengungkapan atau keterangan yang terkait sudah disajikan dengan baik pada laporan keuangan serta berisi penjelasan yang wajar pada isi dan catatan kaki laporan yang telah dibuat.

Jenis-jenis Audit

Secara umum ,audit dapat dikelompokkan menjadi 2, yakni jenis audit berdasarkan pemeriksaan dan jenis audit berdasarkan luas pemeriksaan. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai kedua jenis audit tersebut.

Audit Menurut Pemeriksaan

Untuk audit menurut pemeriksaan, terdapat beberapa jenis audit yang dilakukan, diantaranya ialah:

    • Audit Laporan Keuangan, ialah pemeriksaan yang meliputi proses pengumpulan bukti laporan serta evaluasi, dimana proses audit keuangan biasa dilakukan oleh pihak eksternal perusahaan.
    • Audit Operasional, merupakan pemeriksaan terhadap keseluruhan bagian dalam operasional, dimulai dari prosedur sampai metode kerja suatu organisasi. Audit operasional ini bertujuan untuk meninjau sejauh mana efisiensi dan efektivitas kinerja perusahaan atau organisasi tersebut.

Audit Operasional merupakan review kegiatan organisasi atau bagian dari padanya, dan berkaitan dengan tujuan tertentu. Audit operasional ini untuk mengevaluasi kinerja, mengidentifikasi kesempatan peningkatan serta membuat rekomendasi demi perbaikan atau tindakan lebih lanjut.

    • Audit Ketaatan, merupakan pemeriksaan terhadap ketaatan klien, apakah pekerjaan yang dijalankan sudah sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh pihak yang memiliki otoritas yang lebih tinggi.

Audit ketaatan atau kepatuhan ini untuk melihat kegiatan di suatu perusahaan sudahkah sesuai dengan ketentuan, peraturan juga persyaratan yang berlaku. Kriteria yang telah ditetapkan untuk audit ini, berawal dari sumber yang berbeda. Audit ini sama dengan fungsi audit internal dimana dilakukan oleh pegawai pada perusahaan tersebut.

    • Audit Kinerja, merupakan pemeriksaan terhadap instansi pemerintah untuk menentukan sisi Ekonomis, Efektivitas, dan Efisiensi (3E). Audit kinerja ini juga memperhatikan fungsi kegiatan suatu instansi untuk masyarakat dan biayanya.

Audit Berdasarkan Luas Pemeriksaan

Sedangkan jenis audit berdasarkan luas pemeriksaan, ada dua audit:

    • Audit Umum, ialah pemeriksaan yang dilakukan didasarkan pada standar profesional akuntan publik dengan memperhatikan standar kode etik akuntan publik.
    • Audit Khusus, ialah pemeriksaan yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan dalam ruang lingkup tertentu saja. Contohnya ialah perusahaan ingin mengaudit bagian keuangan saja untuk memeriksa laporan pengeluaran kas perusahaan jadi tidak secara menyeluruh.

Standar Audit

Ada terdapat dua standar dalam melakukan auditing, yakni standar umum dan standar lapangan. Berikut penjelasan lengkapnya:

  1. Standar Umum

Pemeriksaan atau audit harus dilakukan oleh pihak yang memiliki keahlian yang cukup sebagai seorang auditor, bukan hanya sekedar akuntan.

Profesionalisme seorang auditor harus ada dalam pelaksanaan pekerjaannya tanpa memihak pihak manapun. Seorang auditor harus menggunakan keahliannya secara cermat dan tepat dalam melaksanakan audit dan penyusunan laporan.

  1. Standar Lapangan

Pelaksanaan auditing juga harus dilakukan sebaik mungkin. Jika terdapat asisten pelaksana, maka harus ada juga supervisi sesuai keperluannya. Pengungkapan informasi dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali jika dinyatakan lain dalam laporan auditor. Dalam laporan auditor harus ada pernyataan atau pendapat tentang suatu laporan keuangan yang diperiksa.

Jika dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan ada ketidakkonsistenan, maka di dalam laporan auditor harus jelas dan memberikan rekomendasi untuk diperbaiki.

Jenis-jenis Auditor

Terdapat beberapa jenis auditor yang biasa melakukan audit, diantaranya :

  1. Auditor pemerintah

Ialah auditor yang bekerja untuk pemerintahan. Auditor pemerintah melakukan audit dengan tujuan membantu perusahaan, lembaga maupun organisasi pemerintah dalam kegiatan operasional ataupun kegiatan lainnya. Audit ini dilakukan juga untuk menilai tingkat efesien dan efektifnya operasional dari program hingga penggunaan barang yang dimiliki pemerintah.

Audit ini juga sering dilakukan atas kepatuhan pada peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Audit pemerintah ini jika di Indonesia dilakukan oleh pemerintah yang dilaksanakan oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) atau oleh BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan).

  1. Auditor internal

Merupakan auditor yang bekerja untuk organisasi atau perusahaan yang mereka audit. Hasil audit manajemen ini umumnya akan berfungsi untuk manajemen perusahaan tersebut.

  1. Auditor independen

Auditor independen ialah auditor yang bekerja untuk suatu perusahaan atau kantor akuntan publik. Sama dengan namanya, auditor ini harus selalu menjaga  sikap independen yaitu tidak bisa terpengaruh oleh para klien yang mereka audit.

Tahap-tahap Audit

Sebelum auditor mengutarakan pendapat atau opininya, mereka harus melaksanakan tahap-tahap audit. Berikut tahap-tahap audit menurut Arens dkk (2008) diantaranya sebagai berikut:

  • Perencanaan dan pencanangan pendekatan audit. Tahap ini dilakukan sebelum dilakukan audit.
  • Pengujian pengendalian dan transaksi. Tahap ini berupa pengujian, pengendalian serta transaksi terhadap laporan yang akan diaudit.
  • Pelaksanaan prosedur analitis dan pengujian terinci atas saldo. Tahap ini adalah melaksanakan prosedur analitis serta pengujian secara lengkap dan cermat terhadap saldo dalam laporan keuangan.
  • Penyelesaian dan penerbitan laporan audit. Setelah dilakukan audit tahap terakhir adalah auditor membuat penyelesaian dan laporan audit dan mengungkapkan pendapat atau opininya guna memperbaiki dan memberikan saran yang membangun untuk perusahaan.